Wednesday, December 22, 2021

Ruang Peran Facade dalam Muka Bangunan

Facade dalam Bangunan. Sumber: Penulis 2021

Pernahkah mendengar istilah Facade atau tampak depan dari suatu bangunan? Hal ini yang paling menjadi perhatian ketika arsitek mendesain bangunan sebagai bagian daripada eksterior atau jika disederhanakan, adalah ibarat pakaian depan yang digunakan manusia.

Semua yang di bangunan tentunya memilikinya sebagai tampak depan.
Terkadang apa yang kamu lihat membutuhkan identitas. Identitas itu akan nampak dari apa yang terlihat diawal, ialah façade, sebuah tampak pada eksterior yang bisa memberikan kesan awal dari bangunan/rumah kamu dan akan menjadi patokan awal sebelum beranjak ke bagian dalam.

Kenapa penting?
Karena ini adalah titik poin desain yang bisa menggambarkan keseluruhan bagian gaya desain. Sebagaimana artinya yang diambil dari bahasa Perancis, artinya adalah muka. Untuk penghuni dan pengunjung suatu rumah atau bangunan, tentunya akan memberikan impresi pertama pada apa yang tampak sebelum mereka memasuki ruang tersebut. Itulah yang nampak pada bagian depan.

Sementara, bagi sebagian orang yang hanya melintas, barangkali tidak akan sempat untuk menjelajah bagian dalam dari suatu bangunan. Disinilah kesan dari Facade berperan dalam mewakili keseluruhan dalam suatau ruang disana.

Disamping itu, Facade banyak dijadikan acuan untuk rumah cluster dimana keseragaman desain menjadi acuran dalam penggunannya dalam suatu komplek perumahan. Pada umumnya, perubahan dasar Facade tidak diizinkan oleh pihak developer dari rumah cluster dikarenakan itu adalah yang tercatat dalam izin dan mewakili keselurahan Basic Desain.

Untuk itulah, jangan sepelekan sebuah Fasade Bangunan yang bisa menjadi sampul dari rumah tinggal atau tempat kita berkumpul.

 

 


Read more…

Thursday, December 02, 2021

Review Film Akhirat: True Love

 

Cover Film: Akhirat, oleh: Studio Antelope

Berbeda bukan berarti membenci, bahkan bisa jadi cinta. Itulah yang dialami Mentari dan Timur yang terpaut begitu banyak perbedaan terkhusus keyakinan mereka. Ini bisa jadi isu yang dialami beberapa masyarakat tertentu yang ingin bersama tapi terkendala oleh isu agama atau pun aspek yang berbeda.

Diawal mereka mencoba berterus terang dengan keluarga untuk bisa melanjutkan ke jenjang hubungan yang lebih jauh. Namun, apalah daya kedua belah pihak tidak mendukung karena tentunya perbedaan masalah keyakinan. 

Pada perjalanan pulang dari suatu tempat, terjadi insiden kecelakaan mengenaskan yang menyebabkan keduanya koma. Disinilah petualangan bayang-bayang kehidupan arwah dimulai. Hingga mereka mendapatkan poin jika mereka bisa bersama di dunia lain itu, mereka memutuskan untuk menikah disana dan tidak kembali ke tubuh mereka yang masih dalam masa kritis.

Pada awalnya, Timur dan Mentari menikmati dunia itu hingga bertemu dengan arwah-arwah lain yang tidak memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka ke akhirat karena beberpa hal yang mereka ingin selesaikan. Diantaranya, seorang Bapak yang masih ingin menjaga anaknya di dunia nyata yang lumpuh.

Di titik tertentu, Mentari melihat orang tua nya yang menangis melihat dirinya yang koma namun tidak kunjung bangun. Ia merasa ingin kembali hingga pada akhirnya karena masalah keseimbangan, Timur memberikan kekuatannya agar Timur bisa kembali ke dunia nyata namun mengorbankan Timur yang harus pergi meningglakan keabadian.

Karya Anak Bangsa

Secara keseluruhan, untuk film lokal karya anak bangsa ini cukup baik dalam menyampaikan pesan sederhana soal perbedaan dan realitas yang terjadi. Dengan sentuhan dunia nyata dan fantasi, produser telah menyatukan konflik kedua dimensi. Melalui studio antelope, kurang lebih gambaran visual cukup membuat mata terhibur saat di hutan-hutan dan alam akhir.

Namun, seara konflik, cukup datar dan mudah ditebak karena memang bergenre romansa dimana diantara dari salah satu mereka pastinya akan mengorbankan hidupnya untuk cinta sejati.

Untuk latar setting juga cukup membosankan. Hanya ada beberapa setting yang mewakili alam dan menyenangkan dipandang. Unsur keindonesiaan dan budayanya kurang dikeluarkan sebagaimana film Indonesia pada umumnya.

Ada beberapa sentuhan personal yang cukup menyentuh yaitu dari hubungan personal orang tua dengan anaknya yang mana orang tua pastinya menginginkan yang terbaik untuk masa depan anaknya. Yang cukup menyentuh adalah di akhir cerita epilog yang mempertumakan kedua pihak dan saling memberi support satu sama lain melalui adegan kupu-kupu yang sempat hinggap di pundaknya.

 

Read more…

Friday, November 12, 2021

ETERNALS: PAHLAWAN YANG DIPROGRAM

Cover Picture: Marvel Studios Courtesy

Film garapan marvel lagi-lagi menjadi inceran para pecinta film superhero dunia. Pasalnya, pahlawan-pahlawan di Marvel memiliki keunikannya sendiri dalam kekuatannya. Kali ini Eternals menjadi salah satu kelompok pahlawan berlatar belakang dewa-dewi Yunani yang deprogram oleh Arishem 7000 tahun lalu ke Bumi Bersama pemimpinnya, 'Ajak' yang bisa meregenerasi dan menyembuhkan diri.

Ada Thena yang berasal dari dewi perang Yunani yaitu Athena. Dengan kekuatannya untuk bisa merubah senjata dan kegesitannya. Lalu ada Gilgamesh dimana kekuatannya ada pada tangannya yang bisa melesat dan membesar mengatarkan dentuman. Makari yang bisa berlari cepat dan melakukan aksi melesat bagaikan kilat. Lalu Kingo yang bisa melayangkan tembakan dari tangannya.

Kemudian, ada Druig yang bisa mengendalikan pikiran makhluk hidup. Adapula Phastos yang bisa technopathy untuk bisa membuat benda berteknologi sebagai senjata ataupun benda lainnya. Sprite yang Nampak paling muda bisa membuat ilusi dan memperbanyak diri. Semua Nampak lengkap mewakili kekuatan yang tak dapat dimiliki manusia pada umumnya.

Nyatanya, dalam cerita mereka harus menjadi pahlawan yang tak nampak dan hanya bertugas memerangi Deviant, makhluk buas yang pada akhirnya juga ternyata deprogram oleh Arishem sang pemimpin untuk masuk ke skenariomenghidupkan celestial yang menghancurkan bumi.

Pada akhirnya, eternals mengikuti kata hati mereka untuk menggagalkan rencana Arishem karena Sebagian besar dari mereka telah belajar untuk menjadi layaknya manusia.

Layaknya Kisah Marvel Lainnya

Secara keseluruhan, grafis dari Marvel Studios memang selalu memikat mata dengan pancaran kekuatan setiap dari pahlawan-pahlawan dan aksi yang diangkatnya. Tak kalah, film Eternals membawa penonton melintasi negara dan ruang yang berbeda juga waktu yang berbeda menimbang mereka telah hidup dalam tujuh ribu tahun lamanya.

Belum lagi, kisah-kisah personal yang melibatkan sisi kemanusiaan dari setiap pahlawan menjadikan film ini membawa setting ke kehidupan dan pembelajaran yang dialami dari waktu ke waktu. Kehidupan yang dijalani setiap dari eternals ini yang menjadikan mereka memutuskan untuk melindungi bumi.

Layaknya film marvel lainnya, mungkin akan membuat beberapa penonton bingung dengan alur cerita karena beberapa dikaitkan dengan film sekuel marvel lainnya, salah satunya pembahasan soal Thanos, dimana para eternals memang tidak dimunculkan karena tujuan utama dan misi mereka. Juga sedkit diiringi alurnya yang mundur dan maju penuh fantasi.

Pemeran dalam film juga bisa menjadi faktor dimana Sebagian besar adalah pemain yang cukup dikenal dalam beberapa film yang cukup dikenal dari serial Game of Thrones, diantaranya Kit Harrington dan Richard Madden. Kemudian ada Angelina Jolie, Barry Keoghan, dan diakhiri dengan epilog Bersama Harry Styles yang berperan sebagai saudara dari Thanos.

Seperti film marvel pada umumnya, cerita terus berlanjut hingga diakhir akan sedikit nampak bersambung diselingi dengan beberapa kemunculan pahlawan baru di kisah yang akan datang.

Read more…

Saturday, October 16, 2021

Dune: Explore the Future Desert

courtesy: Imax, Dune 22th of October
 

Dune, as it is released on October 2021. This movie is adapted from the Novel from Frank Herbert, as the complicated story and family tree from each character, he has given a single story line that consist of so many House of Kingdom. Name Paul. as the first Character from the House of Atreides. There are other house told in the movie including House Atreides, Boro family, House Corrino, House Ecaz, House of Fenring, House Hagal, and House of Ginaz. 

The focus in this story will be Paul from the House of Atreides which has vission to the future of many incidents. Once, the house landed in the Desert Planet where the Freeman tribes live. The tribes of the deserts which survive in the sand storm, desert worm, heat etc. The story is told that Paul, as the son of Lord of the Atreides has been put as the chosen one to once protect the desert.

On the journey, his father and Kingdom has taught him many skills of Strategies and skill fighting, as one it will be the time for him to survive as he is one of the chosen one and called as the Lisan Al-Ghaib, the one that can vision the future of what he saw.

The Boro Family, as it has the power and Brutality in facing their allies. Has trapped the Atreides and has been set to trait the emperor constellation and policy. In which, in an event the Atreides House when in duty dealing with the Spice, the armies are attacked and the Lord of Atreides is kidnapped and decided to make a suicide by breaking the tooth with explosive massive. 

The next adventure will be focusing on how Paul the Duke will survive with his mother, and using his vision, he'll meet many familiar warriors which will help him to go for victory from zero again for the justice of the desert. As the act from some characters, one of it Duncan (Jason Momoa) has sacrifice his self for their life as the armies are attacking. Moreover, Chani (Zendaya) as one of the Freeman which appears in Pauls vision will be one of a character that will help him to fight.

Experience the Desert

Beside the story-line, the movie is quite epic as it has brought us to an enormous desert scene full of sand storm, sand wave, solar shine, desert creatures, and heat scene. The visual graphic are well pictured as it gives a wide experience to explore the desert.

Imagine the scene where they are lack of water, and with the help of a water filter, a single spit from the droplets are more than a precious thing that we can get from the water. The scene where the Giant Desert Worms try to swallow the entire Ship for Spice. As the dust are the main setting accessories for each scenes, also the desert mountain and rocks has played a crucial role to cover the setting.

With a supportive audio setting, it also has given the movie a quite cinematic shot for all the heroic and sad scenes. Dolby has fully accommodate the movie to be more thrilling as it comes the scene in action and in the angle of aerial shot, with some angle to zoom shot. With a mix to the sci-fi mode, the visual effects in the space and planets will truly entertain all sci-fi lovers.

Overall, the Movie will bring us to some of complicated scenes, but in the end will trigger us to keep watching to see the continuous scene on the how the main character can survive and lead again the rebellion for the desert from zero.

Read more…

Friday, October 08, 2021

Between the Cliffs

Nightskething the cliff, by: Author 2021

 

Running beside the walls, trying to seek out what is more extreme

Through the stream line, discovering what is left for the borders

While the cliffs are invisible, scattered no wander beneath

 Till the end, we stood admiring the horizon

Looking at the edge of nowhere

Till we see, above are only the nebula around the milky way

Troubles and fears are like to searching for the day

no wander, the cliff has warn the edge to stay a way

As like the months, decades, finally when it comes the day

The others fade while the sky stay clear

It is the time where the wind flies high

searching for the remaining leaf to woosh so never stay

It is the path for the colorful landscape

where the eyes flow along the imagination

seeking the best symphony of what the harmony flows

The cliff where it never ends

Just between the cliff..

 

Between the night and Cliff,

8th of October 2021

Read more…

Thursday, October 07, 2021

Kesabaran Serangkaian Proses dalam Kesadaran Sebuah Hasil

 

Kota Tua. Oleh Penulis 2019

Layaknya sebuah gambar atau lukisan yang telah jadi. Dibaliknya, ada proses dimana sang seniman membentuk garis dengan penuh sabar hingga menoreh warna sedikit demi sedikit. Setelah sekian proses garis dan warna, terbentuklah sebuah lembaran masterpiece bernama karya.

Banyak yang tak mengerti, bahwa perjuangan yang dilalui tak nampak semudah yang diperoleh dan dinikmati. Ada yang melihat ia langsung sukses tanpa kendala. Ada yang melihat ia berhasil tanpa melalui masalah. Ada yang terlihat hidupnya lancar tanpa masalah.
Barangkali, terkadang apa yang terbaca dan dialami setiap insan tidak sama dengan yang dialami yang lainnya.

Kita terkadang baru menyadari nikmatnya yang diperoleh ketika mulai merasa kehilangan atau dalam keadaan yang lebih parah. Inilah sentilan, bahwa rasa syukur seharusnya hadir sejak awal sebelum disadari. Proses seharusnya menjadi bagian daripada ujian kesabaran, sebagaimana hasil adalah bonus yang perlu disadari.

Begitupula rencana, ekspektasi dan harapan, semua itu akan mencoba melawan realita atau bahkan justru linier ikut berjalan bersamanya. Disitulah kembali, Hasil sebagai kesadaran akan sebuah kesabaran dari sebuah Proses.

Ialah Allah sebagai sebaik-baiknya perencana. Maka percayalah yang terjadi adalah yang terbaik.

Read more…

Sunday, September 05, 2021

Pin it: Don’t Judge a book from its Cover

Bunch of Books, By Author: 2020

A general thing that we many hear in many quotes for respecting each other. Even in some Dharmann studios Contents if you may search, this key quotes has been the content for some of their short films. Generally it’s trying to say that we are not supposed to think something the way it seems. Probably, there are many untold stories behind that might don’t seem like it used to be like.

Especially to think positively, the meaning of ‘don’t judged the book by its cover’ will in some case drives people to think that there is always a reason for what is happening. Also, sometimes we need to get to know more then can judge it by our own. Not just by seeing and experiencing it for a while and do as we know it all already.

As like a book, a dirty pale book might look bad, but if we haven’t seen the content yet, maybe it still has so many epic and valuable things inside of it as we read it deeply. This analogy will be the same as our way of life. Whether to nature, between humans, or also what happens on the rest of our life.

Between humans, as we have to respect no matter who they are and how they look like, or even how they seems like and why would they do as. There is a reason and always a story for what they have. So, never think it badly especially negatively as we have not read and know all of the things inside.

Also the main reason of life, the way it happens, and the result we get. Allah knows the best for all its creation to happen on what’s the best. But generally, we as humans will only judge the good things that may happen as the best for them. How about what seems bad happens, we’ll think that it’s all bad, but then we forget that even the bad things will be the best thing that may happen as Allah is the best planner of the life.

So no matter what happens, don’t judge the book by its cover, and think for all the good things that may be in the book.

Read more…

Friday, August 06, 2021

Epilogue: Working in The High Speed Railway Project


At this time, 3 Pm, Jakarta Time, Im currently thinking of writing a bit of my personal carrier life after I graduate. This day is Friday, so rare because today, no meetings regarding to my work. So finally, I decide to write a bit that might be a further story for this world. Currently, Im working in the Jakarta Bandung High Speed Railway, more to the Consultant Design from China. Luckily, my previous University has played a great role for me in being in this Railway Company.

Well, my previous University in China is well known as a transportation University. Meanwhile, I graduated from the school of Civil Engineering and Architecture. This department even has a train replica in front of its building faculty, so no wonder the graduates mostly are involved in a related train stuffs. Therefore, the name of my university plays a great role in my position of career right now. Even there's a day where my teacher went to visit the company and met me.

For a brief introduction, well this project is name As The Jakarta Bandung High-speed Railway (JBHSR) which is one of the first High-speed railway in South East Asia. This consist of many companies including the construction, signaling, electric, government, consultant, supervision, all between Indonesia and China. With a joint named High Speed Railway Consortium (HSRCC) which I guess consist of more than ten companies from the two countries. This is as one of the answer for the Belt, Road Initiatives or well known as "One belt, one road."

So, when we all decide to be here, prepare to get your circle bigger and unknown. This will be possible as you will be connected to many kind of majors and companies that are involved to this project. So its not only to meet different kind of person, but also different kind of company, sectors and majors. Possible things might happen in your job desk.


Walini Tunnel, 2020

The Buildings are Everywhere

I am currently in the Building Department since the beginning of my work. It supposed to focus only on architecture matter, even though Im a civil engineer. But I think the Chinese people consider me to fit on the esthetic as the structure matters are more complicated than we imagine. Yeah, but dont think it wrong, we still need to connect between the architecture, Structure, and even MEP (Mechanical, Electricity, and Plumbing) matters.

The majors are all connected somehow, even outside the building department, we should also follow up to other major including roadbeds, tracks, tunnel, bridge, signalling etc. All is one. And we have to be ready to be ready to not dive in only one focus, but even being a generalistic might give more impact to this problem.

Next, the project of this 142,9 Kilometers long has so many section. For building Department, we are in charge in the Station which consist of Halim, Karawang, Walini, Padalarang, and also Tegalluar. More over, the Depot Tegalluar is also our responsibility, In addition, the auxiliary buildings are also our scopes ahead. And finally, the Interval buildings which is the signaling House scattered along the tracks are also the buildings with a total more than 70 points.

We can imagine on how this mega project is complicated enough to involve so many parties. One motivation that pops out from my head is that we should be grateful and keep firing. As remember, this is the way we can contribute for our country as this is one of the National Strategic Project for Indonesia. And what we're expecting is to do so many transfer knowledge beside, especially take the positive points, and forget about the negative things. That is how life goes on positively.

 6th of August 2021, Annisa Dewanti Putri, 天蓝,

Read more…