Thursday, March 25, 2021

The Relativity of Emotion

relativity of emotion. By: resketsa, 2021

Once upon a time. The enermous wound may not feel any pain, while the tiny wound might felt like triple pain. Back again, its all about relativity. Once upon a time, we can say that this kind of emotion means alot to some people, while the others thinks its simple thing. Back again, the relativity of emotion.

A single simple joy from a kid might comes from a smile from a cat. Yeah, the cat can not smile as we see like in the cartoon. But their meow says that its smiling. The kid is happy and enjoys the fluffy pet. It might be different with those people eating while the cat jumps to get what is pleasured dined in the plate. It might be a disaster for their feelings. Yeah abit talking like this "Inside out" animation. Yes, its relativity emotion.

It might make us realize, that once we can not underestimate what everyone feels of something we maybe dont feel. Its scary for some people, while its exciting for us. Something different, cause we know that every one is special and not the same. This inlcudes the relativity of Emotion.

Im writing this for a reminder for myself also, that respect to every creatures emotion and feelings as it is a part of respect to ourself. We may not expect that in someday, our body, our heart or even our thoughts are in the same position on the people that we might not understand, but yeah that time will make us totally understand. Again, its the power of "The Relativity of Emotion."

This makes us realize, that no matter what happens, in what position, whenever we are, whereever we are, appreciate one another even we're not in the same point. Because we realize that each point of coordinate this world are totally different. Its the coordinat of X, Y, and Z. Which this also create Relativity, and this also include the relativity of emotion.

Simple thoughts of 26th of March 2021

Read more…

Thursday, February 18, 2021

Segores Tradisi dan Kekinian sentuhan Arsitektur Bali

 

Sketsa Digital Legian, Bali. Oleh: Penulis 2021

Bali, sebuah tempat yang identik jika memperkenalkan Indonesia dan menjadi trendmark antar benua. Pariwisata budaya, sebuah positioning untuk pengembangan. Undang-undang yang berlaku untuk pelaksanaan dengan pemerintah. Kabupaten Badung, dibangunlah Bandara Igusti Ngurahrai sebagai bentuk jawaban untuk arsitektur Bali, desain ini kurang lebih juga setipikal dengan desain bandara Internasional lain termasuk Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Ada sebuah ungkapan pengetahuan antara arsitektur Bali yang mengangkat salah satunya Asta Kosala Kosali berupa keharmonisan kepada alam dan budaya lokal melingkupi kenyamanan dalam berkegiatan bahkan keamanan dalam melakukan kegiatan disana.

Arsitektur Bali cenderung menyentuh konsep dasar dari sustainable construction dan eco materials. Dalam Asta Kosala Kosali juga ada penjelasan bahwa bangunan berlantai dua di bali yaitu Jineng, ataupun Gelebeg berfunsgi sebagai penyimpanan hasil Bumi.

Kedua konsep Asta Kosala-Kosali maupun Asta Bhumi meruapakan bagian dari aturan yang berkaitan dengan filosofi, etika, tata laku dan sang arsitek (Undagi). Ini adalah sebuah karakteristik yang diselipkan dalam sentuhan bangunan dan arsitek tradisional Bali. Terkhusus Asta Bhumi, pemilihan lokasi untuk pariwisata dan tempat tinggal bisa menjadi pertimbangan yang menyatu dengan alam.

Arsitektur modernnya pun tidak kalah dalam mendominasi desain yang adad dengan tidak melupakan sentuhan seni lokal dan budaya pesona Bali. Gaya desain dengan diselingi nuansa tropical dan natural, tetap dengan material berteknologi dan modern, bangunan yang tidak didominasi oleh bangunan High Rise atau berlantai tinggi, tetap menjadi langgam desain kearah horizontal yang nyaman.

Beberapa karya dan desain diantaranya juga menerapkan principal arsitektur bergaya bebas. Semua ini dikombinasikan atau pun diadopsi dari gaya yang ada di dunia baik yang dalam negeri maupun mancanegara. Hal ini pun pernah dituturkan oleh Pak Putu Edy Semara, seorang arsitek Bali. Hal ini banyak ditemukan agar terjadi penyesuaian dalam penggunaan desain untuk sector pariwisata dan untuk mendukung daya nyaman dalam hospitality yang mana Warga Asing menjadi target.

Tentunya, ruang tradisional di Indonesia bisa menjadi warna dalam setiap gaya yang dimiliki langgam arsitektur tradisional lokal dan dunia. Kombinasi dari berbagai gaya dan pendeketan akan menjadi keunikan dari setiap sentuhan gores yang ada dalam setiap desainnya.

Read more…

Friday, February 12, 2021

Sketsa untuk National Gathering 2021

 2021. Masuk ke angka tahun baru yang mana ekspektasi banyak orang, tahun ini bisa jadi perbaikan dari tahun 2020 yang menjadi tahun pandemi dan perjuangan dari berbagai manusia yang ada di dunia. Begitupula untuk Indonesias Sketcher. Gathering atau skechwalking yang biasanya dilakukan secara langsung kali ini jadi digelar secara online melalui perangkap zoom.us.Kelebihannya, peserta atau sketchers tak hanya berasal dari daerah tetangga atau Jabodetabek, tapi juga seluruh Indonesia.

Pada 31 Januari 2021 adalah kali kedua dari Online National Gathering yang diadakan oleh Indonesian Sketchers. Aku sebagai admin tentunya ikut meramaikan bersama para seniorku disana melingkupi Om Donal, Mbak Luven, Pak Pongky, Mas Yanuar, Mas Ronald, Mba Arya dkk. Ini adalah kesempatan emas bisa belajar bersama para profesional, sementara kemampuan sketchingku masih lah sebatas amatir dan hobi.

Kembali lagi, karena gathering sketching kali ini bersifat online, maka sekarang telah menarik banyak minat untuk peserta mancanegara. Tersebutlah ada yang dari Malaysia, China, Australia, Taiwan, dll. Mereka ikut bergabung bersama sesi meet up dan sketch on the spot di masing-masing wilayah. Sungguh asyik dan meningkatkan semangat keinginan ku untuk menyeketsa kembali apa yang ada di sekitar.

Sepintas, kami juga belajar untuk berbagi apa yang sudah kami lukis dan bisa ceritakan secara reportase apa yang ada di spot tujuan kita saat itu. Tersebutlah aku saat itu mengambil lokasi menyeketsa di Tahura atau Taman Hutan raya, wilayah bandung. Dua objek yang berhasil ku sketsa, ialah Goa Jepang dan Jembatan Gantung Hutan. Dengan sedikit perjuangan hujan-hujan dan sinyal putus hilang, akhirnya dua objek ini menjadi kisah di balik sketsa yang nampak di buku.

Acara online gathering ini adalah permulaan dari perjalanan yang akan datang berikutnya.  Sebuah komunikasi yang bersifat nasional dan internasional untuk melukis yang ada di penjuru bumi. Inilah Indonesian Sketcher dan Urban Sketcher. "We draw what we witness."


 




Read more…

Thursday, December 17, 2020

Menapaki Bumi: Antologi tentang Lingkungan

  
 
Berisi refleksi atas seluk beluk peradaban, dalam berbagai bentuk kreativitas. Segala bentuk ekspresi dituangkan sepenuh hati dengan satu tujuan, memupuk dan menularkan semangat peduli lingkungan. Tercetaknya antologi ini menjadi pemantik Greentastik untuk melakukan aksi lainnya. Talenta tidak menjadi batas. Tidak tersekatkan pula oleh ruang dan waktu. Semua orang dengan berbagai latar belakang bisa bergerak bersama untuk memberikan dampak baik bagi peradaban. Apa pun aksinya, sekalipun tampak sederhana pasti mengandung nilai positif.

>>>BUKU BARU, BISA DIPESAN!<<<
Sebuah buku berjudul "Menapaki Bumi" karya Annisa Dewanti Putri, dkk (@jannehillary)

Harga Rp. 53.000,-
Dapatkan potongan harga khusus Pre-Order hingga 25 Desember 2020 menjadi hanya Rp. 48.000,- saja.
Mari segera dipesan :)

>>>>>

======= CARA PEMESANAN =======
Whatsapp atau SMS ke 081774845134

atau pesan melalui message FB atau IG @JejakPublisher (https://www.facebook.com/JejakOfficial) dengan format pemesanan:

Judul Buku/Jumlah Buku/Nama Pemesan/Alamat Lengkap/No HP

Contoh: Menapaki Bumi/2/Budi Hartono/Jln Jenderal Sudirman No 4, Sukabumi 43355/081234567

Setelah mendapat balasan konfirmasi, silahkan transfer harga buku + ongkos kirim sesuai alamat yang telah dituju ke rekening. Lalu kirimkan bukti tanda transfernya melalui balasan pesan/whatsappnya.
================

KATEGORI BUKU: Non Fiksi – Umum, Pengetahuan, Lingkungan
JUDUL BUKU: Menapaki Bumi
PENULIS: Annisa Dewanti Putri, dkk
PENYUNTING & PENATA LETAK: Janne Hillary
DESAIN SAMPUL: Irish Design dan Janne Hillary
PENERBIT: CV Jejak (Jejak Publisher), anggota IKAPI
JUMLAH HALAMAN: 168 Halaman
DIMENSI: 14 x 20 cm
ISBN: 978-623-247-762-9
E-ISBN: 978-623-247-763-6

KONTRIBUTOR:
1 Abdul Goffar Al Mubarok
2 Annisa Dewanti Putri
3 Arum Setyarini
4 Elisa Bertilla IL
5 Elvina
6 Erninda Patriani
7 I Made Wahyu Wijaya
8 Janne Hillary
9 Millennia Agatha Suharjito
10 Novita Nugraheni
11 Rahmatia
12 Rista Setiami
13 Syarah Fadhillah

https://jejakpublisher.com/product/menapaki-bumi/

#Buku #JejakPublisher #AnnisaDewantiPutri #Greentastik #JanneHillary #Lingkungan #MenapakiBumi #NonFiksi #Pengetahuan #Umum

Read more…

Thursday, October 29, 2020

Aku tetaplah Manusia

Relativitas Masalah, Pikiran, Jiwa, dan Raga
 

Panggung huru tawa menjadikan senyum seolah mudah terbuka lebar. Semua rasa bahagia mudah menularkan banyak rasa duka. Pun Vice Versa. Ialah aku manusia. Suatu hari bisa merasa kuat. Namun di kala sewaktu waktu bisa merasa lemah. Suatu kali bagi seorang yang dihujani begitu banyak tonjokkan, rasanya tak sakit seolah hanya diberikan sentilan. Namun sekali waktu, tersentil sedikit terasa bagaikan dihujani batu yang membara. Lagi, relativitas rasa pun berlaku kepada aku sang manusia.

Sekali waktu, sebuah pekerjaan rumah berisi proyek berjuta rumusan terlampaui dengan rasa mudah terselesaikan tanpa alasan. Sementara, suatu waktu sebuah soal berisi pertanyaan 1+1 seolah seperti soal integral bertingkat yang dipenuhi dengan berbagai simbol tak hingga yang seolah sulit terselesaikan. Lagi-lagi sekarang adalah relativitas masalah. Inilah mengapa kita semua tetaplah manusia.

Manusia tetaplah punya batas. Ia awalnya seolah bisa menyeberangi banyak garda lompatan tak hingga. Hingga suatu waktu mungkin bisa menggantukan sesuatu terhadap sesuatu. Tetapi ia lupa bahwa semakin ia bergantung dengan hal apapun di dunia, ia semakin menyimpan harap yang suatu waktu bisa kecewa. Hingga kadang ada yang tak lupa untuk mengingatkan, sebuah kisah yang kadang menyenangkan atau pula menyengsarakan adalah bergantung pada dirinya sendiri. Kembali lagi pada relativitas perasaan.

Dalam ruang, waktu dan momen. Inilah manusia yang hanya sementara berada di dunia. Relativitas waktu seolah bermain dan mengingatkan bahwa waktu begitu terasa cepat. Menengok kondisi yang mana keadaan belajar menjadi sesuatu yang selalu menjadi dasar yang tak terlupakan. Relativitas kepentingan dan kesibukan yang benar melekat pada yang kita sebut sebagai manusia. Kembali lagi pada ruang dan waktu, bagi manusia semua ialah relatif.

Aku tetaplah manusia yang pada suatu waktu punya batas dalam ketidaktahuan. Sebuah perssepi yang berbeda dan selalu menjadi relatif. Sebuah daya lihat yang bisa membentuk kekuatan jiwa, raga dan pikiran yang dengan rautpun bisa disembunyikan melalui relativitas yang ada. Pun kepercayaan, kekuatan, semua objek yang bisa menjadi ukuran, tetaplah adalah sebuah relativitas bagi manusia, yang penuh relativitas dan batasan. Hingga segala penafsiran dalam kata, lisan, tulisan, hingga tindakan bisa menjadi sesuatu yang bermakna bagi manusia. Sebuah relativitas.

Karena itulah, aku tetaplah manusia.


Jakarta, 29 Oktober 2020.


Read more…

Monday, October 05, 2020

fade2020




 The Wedding of 
 
Farhan & Dewanti
 

 

 

        

 






    

Akad Nikah dilaksanakan pada:

Sabtu, 5 Desember 2020
Pukul 09.00 s/d 10.00 WIB


ID Zoom: 874 5240 5165

Password: fade2020

Zoom link: 

https://us02web.zoom.us/j/87452405165?pwd=enJpN3NGTDZ4OTNuL1drN0lqNm4zZz09

atau

 melalui live youtube berikut







 

 


Read more…

Friday, August 28, 2020

Petualangan Virtual Bareng Teman Lewat Game pun Tak Kalah Menyenangkan

 Oleh: Annisa Dewanti Putri



 

Social Distancing masih diberlakukan kala Pandemi hingga sekarang dan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Beberapa orang cenderung untuk mengurangi perjalanan ke luar tempat umum sekalipun untuk wisata. Pilihan bertemu lewat dunia virtual bisa menjadi solusi mengurangi kejenuhan untuk para petualang yang masih enggan berkeliaran. Hal ini bisa menyenangkan, apalagi jika bertemunya dengan teman-teman lewat Game sambil bertualang bersama.

Inilah Players Unknown Battleground (PUBG), yang baru saja masuk ke season barunya (Season 14) dan mengeluarkan peta arena terbarunya bernama Livik. Sebuah tempat yang bergaya nuansa eropa, dipenuhi suasana musim dingin dan musim semi diantara kincir angin. Ketika terjun bersama teman-teman, kita bisa menikmati panorama taman bunga, air terjun, pemandian air panas, bahkan berkendara selayaknya petualangan di alam bebas.

Semua lokasi yang ditawarkan tentunya kembali ke misi awal para petualang, yaitu menjadi orang atau kelompok terakhir yang selamat dalam permainan. Petualangan dalam game ini pun bertambah seru karena para pemain bisa saling berbincang melalui suara dan chat, sehingga layaknya petualangan bersama di dunia nyata, inilah yang terjadi di dunia virtual.

Fitur ini yang dijadikan ajang pertemuan virtual para pemain dengan pemain lainnya, mereka bisa menikmati panorama petualangan sambil berbincang, membicarakan bisnis, strategi, curhat, bahkan bertukar pikiran. Tak disangka, banyak pemain dan teman-teman yang semakin merasa akrab seolah bertemu dalam permainan ini. Karena melalui petualangan, keakraban dapat terjalin tanpa mengenal jarak dan waktu.

PUBG menjadi permainan petualangan yang bisa melibatkan empat orang pemain dalam suatu ronde permainan. Bahkan, dalam versi Komputer, permainan ini bisa diikuti enam user. Lebih seru lagi, bisa juga membuat room sendiri untuk dimodifikasi jumlah pemain tertentu yang bisa ikut bertualang dalam permainan. Soal lokasi petualangan, tersedia banyak tempat menyesuaikan selera para pemain saat itu.

Lokasi Petualangan Berbeda Suasana

1.      Livik

Bagi kalian yang sedang ingin menikmati bertualang di daerah Eropa, seperti Belanda dan sekitarnya. Peta baru ini adalah gabungan daripada semua suasana musim di peta lain yang berbeda. Dengan luas 4 km2, kamu bisa mencoba berkendara bersama mobil Monster dan melintasi air terjun disini.

2.      Erangel

Dengan peta yang dominan bernuansa Rusia, kita bisa menjelajahi lokasi perumahan dengan banyak reruntuhan, tempat  latihan perang, bahkan kota dan ladang pertanian di sekitarnya. Tempat ini cukup luas untuk dijelajahi bersama karena berukuran 8km x 8 km

3.      Miranmar

Ruang ini cocok sekali jika ingin menjelajah bersama teman dengan suasana padang pasir dan rerumputan bergaya Amerika Latin, Afrika atau Mesir dengan pesona gurun pasirnya sekalipun daerah Asia Tengah. Arena ini cukup berbukit dan luas dengan ukuran 8kmx8km.

4.      Sanhok

Mungkin, para penduduk di negeri Asia Tenggara tidak akan asing dengan suasana tropis dan nama-nama di arena petualang ini. Hijau tropis dengan adanya wisata Gua dan suasana pedesaan sekalipun menjadi perbedaan area ini.

5.      Vikendi

Bagi kamu yang sedang ingin menikmati suasana petualangan di musim dingin bersalju, silahkan terjun dan bertualang bersama teman-teman di peta ini. Kemudian, rasakan juga permainan Jet Skinya.

6.      Cheer Park

Arena ini menjadi arena tambahan dan bebas tanpa misi petualangan. Tempatnya dipenuhi dengan nuansa taman hiburan bermain dan tempat untuk latihan juga menghabiskan waktu bersama teman-teman.

Masih banyak lokasi tambahan untuk permainan dan petualangan virtual traveler lainnya. Pada maknanya, lewat permainan bisa menjadi ajang silaturahmi sambil bertualang dan virtual traveling bersama ke berbagai suasana negara berbeda. Tak terkecuali dalam kondisi tak menentu yang membatasi sosial dan akses berpergian jarak jauh sekalipun. Selamat bertualang bersama.





 

 

Read more…