Tuan Rumah Di Negeri Sendiri (Esai Poros Mahasiswa)

Oleh: Annisa Dewanti Putri 



Sebelum di Edit:

Tahun 2014 sebagai tahun pergantian pemerintahan  dengan kursi Presiden beserta kabinetnya yang baru. Kejadian ini bertepatan dengan setahun sebelum Indonesia masuk ke dunia AEC (Asean Economic Community) 2015.  Bagi rakyat, negara ini menjadi teramat tertantang dengan Masyarakat Ekonomi Asean sebagai wadah persaingan global yang lebih luas.

Pemerintah tak akan lepas dalam tanggung jawabnya pada perhelatan liberalisasi perdagangan dalam AEC 2015. Persiapan dalam waktu kurang dari setengah tahun lagi akan menjadi tantangan yang besar. Hal tersebut mengingat negara ini akan menghadapi aliran bebas barang, jasa, dan tenaga kerja terlatih (Skilled Labor).

Pemerintah perlu menitikberatkan peran manusia Indonesia (Warga Negara Indonesia) sebagai baterai kemajuan Negara, mengingat persaingan ini tak akan berhasil tanpa Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan berintegritas.  Baiknya peringkat Indonesia dalam Global Competitiveness Index Asian Economies meningkat dari peringkat 50 pada tahun 2013, kemudian peringkat 37 pada tahun 2014. Peningkatan yang cukup drastis, namun akan menjadi tantangan yang besar bagi pemerintahan baru mengingat tahun depan sebagai tahun AEC mulai terjadi.

Semua pertanyaan tersebut akan menjadi tantangan bagi pemerintahan baru, Bagaimana SDM dapat diangkat kualitasnya dibarengi dengan kuantitasnya yang tak kalah banyak. Begitupula mengangkat perihal Bagaimana agar semua jerih payah dari para SDM Indonesia sendiri dapat dinikmati oleh rakyat secara langsung tanpa dikuasai oleh Negara Asing tersendiri.

Sebagai negara kepulauan, SDM yang berkualitas perlu tersebar secara merata sehingga kemajuan tak hanya dirasakan daerah urban namun juga daerah rural. SDM tak lebih merupakan kunci dari pemecahan masalah dalam setiap tantangan yang dihadapi pemerintah bersama rakyatnya. Tak dapat dipungkiri bahwa keduanya merupakan bagian daripada SDM itu sendiri.

Pemerintah perlu menjadikan SDM dalam hal ini Manusia Indonesia beralih menjadi manusia yang mandiri tanpa banyak bergantung pada pasokan asing dan mengurangi perilaku konsumtif tetapi produktif. Mochtar Lobis dalam Manusia Indonesia (sebuah Pertanggungjawaban) juga telah menyinggung beberapa hal terkait perilaku negatif yang cenderung dimiliki Indonesia, salah satunya adalah tidak hemat dan cenderung boros. Hal ini akan mengarah kepada perilaku yang jauh dari kata produktif. Peluang seperti ini menciptakan kesempatan  bagi asing untuk lebih menguasai manusia

Indonesia dibandingkan dengan manusia Indonesianya yang menguasai dirinya.
Manusia Indonesia haruslah menjadi tuan rumah dalam negaranya sendiri, bahkan jikalau bisa menjadi saudagar di negara lainya. Pemerintah memegang peranan penting dalam membawa SDM  menghadapi persaingan global terkhusus AEC 2015 yang tak terasa akan berlangsung kurang dari setahun duduknya pemerintahan baru. Harapannya pemerintah bisa menjadi bos besar bersama rakyatnya sendiri tanpa perlu menjadi pion catur yang digerakkan oleh negara asing. Manusia Indonesia yang menjadi pemenang dan pemain dalam papan caturnya sendiri.

Jakarta, 20 Oktober 2014
Dimuat dalam Koran SINDO rubrik Poros Mahasiswa, dengan Tema Tantangan Pemerintahan Baru
(24/10/14)

0 comments:

Copyright © 2013 Re-Write and Re-Sketch