Maafkan Aku, Bumiku



Belakangan ini, Akfa sering sekali memandangi bintang dan keindahan alam lainnya baik dari keindahan alam yang ada dalam bumi maupun di luar angkasa. Pandangan paling besar Akfa adalah dari keindahan alam. Maka dari itu,sekarang Akfa sudah sangat mensyukuri keberadaan sesuatu di alam ini khusunya buminya yang tercinta,yang merupakan ciptaan tuhan yang harus digunakan dan dijaga sebaik-baiknya. Padahal, sebelum Akfa mengalami kejadian berturut-turut menyebalkan sebulan yang lalu, ia masih menjadi anak yang tidak peduli dengan lingkungan. Dia suka membuang sampah sembarangan, boros dengan kertas yang dipakainya,tetapi yang lebih sering ia lakukan setiap waktu adalah mebuangg sampah sembarangan.

Akfa sering sekali membuang sampah ke depan selokan rumahnya, sampai-sampai ibunya marah karena selokan rumah Akfa sering tersumbat hanya karena ulah Akfa. Orang tua Akfa kurang tegas dalam menasihati Akfa dan Akfa sering dimanja, karena Akfa adalah anak tunggal. Dia seakan- akan tidak menyadari akan akibat pemanasan global karena ulah-ulahnya termasuk penyebab pemanasan global. Ketidaksadaranya mungkin disebabkan karena Akfa jarang sekali menonton berita dan membaca Koran,karena itu pengetahuan umum Akfa amat sedikit. Pekerjaaan sehari-hari yang dilakukan Akfa sepulang sekolah hanyalah pekerjaan yang memboroskan energi dan uang seperti menyalakan televisi, mendengarkan musik ,menyetel radio, bermain game dari internet dan yang lainya. Sedangkan kebiasaan buruknya yaitu membuang sampah sembarangan, meskipun ada tong sampah,tetapi karena sudah menjadi kebiasaan ia pun tidak menyadarinya.

Suatu hari,hujan turun sangat lebat,angin berhembus sangat kencang,dan mengakibatkan rumah Akfa banjir semata kaki,kejadian ini namun belum bisa membuat Akfa sadar bahwa sebagian penyebab banjirnya rumahnya adalah karena ulahnya. Di saat sore hari, cuaca kembali cerah dan pada malam hari hujan turun hujan lagi,kini Akfa mulai kebingungan dengan keadan cuaca saat ini sulit dideteksi. Dia sudah mulai mendengarkan berita mengenai ramalan cuaca karena keherananya ini, tetapi ramalan cuaca tetap saja ketepatanya belum terbukti

Keesokan harinya, Akfa berangkat sekolah dengan membawa payungnya. Orang tua Akfa sering sekali berbincang-bincang mengenai anaknya. “Ayah, sepertinya belakangan ini Ibu sering melihat Akfa mendengarkan berita ramalan cuaca. Sepertinya itu tidak biasanya yang dilakukan Akfa.”jelas Ibu. “Mudah-mudahan dengan seringnya dia menonoton ramalan cuaca, ia akan semakin sadar akan perubahan cuaca yang tidak menentu yang disebabkan oleh pemanasan global,sehingga kebiasaan buruknya akan berkurang.”Kata Ayah. “Kita sepertinya kurang tegas mendidiknya yah…setiap dia boros akan enegi dan buang sampah sembarangan, kita hanya menasihatinya sekal-sekali saja.”Jelas Ibu. Orang tua Akfa memiliki firasat bahwa anaknya akan berubah.

Sesampai disekolah Akfa terus bertanya mengenai perubahan cuaca pada teman dan gurunya. Gurunya sudah mengira bahwa Akfa sudah mulai tertarik pada pelajaran Geografi. Dalam perjalanan pulang sekolah hujan turun kemudian berhenti dan kemudian turun kembali, sehingga sekarang Akfa sudah mulai menyadari akan perubahan cuaca yang tidak menentu. Dia melihat banyak sampah tergeletak di jalan, kemudian dia tersadar bahwa ini karena merupakan salah satu kebiasaan buruk Akfa. Sesamapainya dirumah, Akfa mulai merasa bersalah, dan kemudian ia membersihkan selokan depan rumahnya. Sekarng di waktu senggang ,Akfa menonton berita dan sering kali ia melihat dan menyimpulkan bahwa bumi nya yang tercinta ini sudah mulai terancam karena ulah manusia,dan salah satunya adalah ulahnya. Sekarnag ketertarikanya untuk mempelajari bumi sudah mulai meningkat, dia sering menyesali akan perbuatanya dan sering memohon ampun kepada tuhan karena perbutan kerusakan yang dahulu sering ia lakukan.

Ia berusaha untuk meyebarkan masalah terancamnya bumi ini kepada orang-orang disekitarnya. Dia juga sekarang tergabung dalam organisasi yang membuat dia sadar akan indahnya bumi ini. Orang tua Akfa tentunya sekarang amat bangga dengan anak satu-satunya ini.

Nama : Annisa Dewanti Putri
Kelas : X-6
Waktu Pembuatan : 07 Februari 2009
Tugas Cerpen Bahasa Indonesia

0 comments:

Copyright © 2013 Re-Write and Re-Sketch