Titik Puncak



Itukah puncak bukit?

Ya, puncak yang dicapai
Pesona alam seraya berkata
“Apakah kamu bangga denganku?”
Mendengar bisikan alam, mencapai puncak itu,

Bisakah kau berkata aku berhasil?
Itulah yang kau capai, titik tertinggi yang kau lihat

Tidak, itu bukanlah puncak bukit
Kutemukan titik tertinggi lain
Ia tak jauh di di atas kepalaku, di depan matamu..

Apakah yang kau lihat, tak ada yang tampak kasat mata

Kau akan melihatnya kawan, rasakan depan kepala
Tak boleh absurd
Percaya boleh, yakin lebih baik, dan berteriak BISA itu perlu..

Itukah yang kau maksud, titik galaksi yang berdiri mendekat

Kau cepat mendapat panggil itu,
Itulah yang seharusnya disebut, titik itu..

Ya, itu ku sebut titik puncak
Jauh di mata dekat di hati

Bukan Kawan, Jauh disana, jauh dimata, dekat di hati..

Jakarta, 15 Desember 2012, Annisa Dewanti Putri


0 comments:

Copyright © 2013 Re-Write and Re-Sketch