Yang tak Pernah Menunggu (Puisi)

sumber: thedatingpapers.com


Aku bukanlah orang yang senang Berpuisi,
namun, saat ini kata-kata seolah ingin keluar layaknya sebuah puisi,
meski ini bukanlah puisi yang seharusnya
Dan perlu diingat, puisi ini tak menggambarkan segala hal yang sedang kupikirkan
ialah hanya sebuah permainan kata
..
Yang Tak Pernah Menunggu

Senja tak pernah menunggu sore,
Begitu juga Bahagia,
ia tak pernah menjadikan sedih menghalanginya,
Malam tak pernah menunggu pagi,
Hingga kekalahan tak pernah menunggu kemenangan.
Begitupula kesalahan, ia tak pernah menunggu kebenaran menyalahinya
Semua hanya paradoks, dimana objek menjadi aneh.

Namun, tak semuanya tak menunggu.
Jawaban selalu menunggu pertanyaan,
Kertas selalu setia  menunggu Pensil,
Menjadi terisi melengkapi yang tak perlu dilengkapi.
 Semua seolah saling menunggu,

Bagaimana dengan huruf, 
apakah huruf selalu menunggunya?
Sempurna selalu mempertanyakan ketidaksempurnaan
Namun, ketidaksempurnaan tak pernah menunggu kesempurnaan.

Tak pernah menunggu, 
Dan  menunggu yang tak pernah.

Jakarta, 13 September 2014



4 komentar:

  1. Sumber gambarnya: thedatingpapers.com

    You are grown up already! ;P

    Sudah developed ya blognya. Keep it up!

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh grown up, egol blogwalking juga akhirnya -_-a but your comment arrggh hahaha

      Hapus
    2. Cuman ngecek blog ini lancar atau udah jadi dead city. Eh pas dicek udah berkembang. Dewasa pula lagi kontennya. :P

      Hapus
    3. gi, emang ya gue selama ini childish -_-a

      Hapus

Copyright © 2013 Re-Write and Re-Sketch