BINTANG REDUP

source:thumbnail Sky Full of Stars: www.youtube.com

Dari balik celah, cahaya kurasakan antara cabang pohon yang saling bergesekan. Terlelap, aku ternyata telah tertidur di bawah rimbunan pohon ini semalaman. Mata ini begitu silau pedih mengintip cahaya yang perlahan masuk menyelinap pupil. Ini sudah Pagi..

Malam itu begitu indah. Lautan bintang boleh kusebut. Hanya saja kondisinya terbalik. Lautan itu berada tepat di atas kepala ini. Ada sebuah bintang kecil paling redup yang selalu menarik perhatianku.

Ini berbeda. Aku tahu bahwa kebanyakan orang memilih bintang paling gemerlap untuk diperhatikan. Tapi bagiku bintang redup itu menyentil pandanganku.

Kami saling berjauhan. Cahaya bintang lain memang mampu mengaburkan bintang kecil itu. Namun, itulah yang justru membuatku memperhatikannya. Ia redup, sendiri, berbeda.

Itulah mengapa ia berhasil menang untuk kulihat. Sedari kecil bintang paling gemerlap selalu menang dari cerita para pendongeng di seberang sana. Aku pun heran, mengapa bintang kecil yang terlihat redup itu tak pernah diceritakan.

Sekarang, aku tau mengapa. Ia hanya mau dilihat dan diperhatikan oleh jarang orang yang senang melihat sinarnya saja tanpa melihat gelapnya.

Kurasa, bintang redup itu akan jadi yang paling terang saat langit gelap  menghamparkan lautanya. Tak perlu khawatir bintang redup, kau telah membawaku untuk melirikmu.

Meski aku tau, saat ini di ruang yang berbeda dan waktu yang sama dirimu bisa jadi telah padam. Aku paham apa yang kulihat bukanlah apa yang sedang terjadi. Ialah ilusi waktu dan penglihatan.

Bintang redup, kau jauh dari jutaan tahun cahaya. AKu tahu cahaya mu dalam mataku adalah yang kulihat dari masa lalumu.

Kau sesungguhnya telah padam. Tapi, terimakasih bintang redup, kau berhasil menyadarkanku bahwa kau sebenarnya istimewa diantara jutaan bintang di lautan langit sana. Diantara lautan bintang terang, kau tetap berhasil terang dengan caramu sendiri, meski itu jutaan cahayamu yang telah kau pancarkan waktu lalu.


*******
Skywalker
Annisa Dewanti Putri,
Jakarta, 16/10/15

0 comments:

Copyright © 2013 Re-Write and Re-Sketch