Sensasi Kuliah di JIAODA Beijing (Prologue)

YiFu Building, Jiaoda 2016.
Angin menghembus begitu kencang, masuk ke sela-sela kamar asrama. Terbangun aku dari tidurku karena waktu sudah menunjukkan pukul 05.00 waktu Beijing. Saatnya Salat subuh dan bersiap untuk berangkat menuju ruang kelas. 

Asrama di Beijing Jiaotong University terbilang cukup nyaman, Disana aku tinggal bersama seorang room mate ku dari Mesir, ialah Rheem, gadis cantik yang baik hati, penyayang, peduli yang telah menjadi kawan hidupku selama satu semester di Beijing. Januari, ia pergi kembali ke negaranya untuk menyelesaikan studinya.

Bicara soal Mesir, akan aku buat postingan spesial khusus untuk negara peradaban piramid itu. Untuk catatan, teman sekamar adalah faktor yang cukup mempengaruhi kehidupan kita selama di kampus, jadi jalinlah pertemanan yang baik dengan seseorang yang akan menjadi teman sekamarmu dimanapun itu. Pahami budayanya, karakternya, namun tetaplah berpegang teguh pada agama dan karakter kita yang positif.

Kembali ke rutinitas. Pukul 7.30 setidaknya aku harus sudah kembali bersiap menuju ruang kelas. Dalam seminggu di semester awal, timetable mata kuliahku memang terbilang padat. Diisi oleh tujuh mata kuliah utama (Main Course), dengan tambahan 2 mata kuliah bahasa (Chinese Comperhensive).

Padatnya mata kuliah untuk Master Degree ini disebabkan oleh program Master for Professional yang kami ambil, tentunya English Course. Itulah mengapa mata kuliah (Coursework) begitu banyak di tahun pertama. Untuk tahun kedua akan diisi oleh research/thesis alias penelitian. Jadi, jangan kaget jika mengambil Master program di negeri Tiongkok memakan waktu dua tahunan dengan beban kredit yang banyak.

Saat waktu menunjukkan pukul 08.00, bel kampus berbunyi. Disana, dosen sudah siaga untuk memulai mata kuliah dengan berbagai macam metodenya. Sebagian, kalau aku lihat dosen menggunakan metode ceramah, proyek, dan problem solving melalui tugas. Hal yang patut disayangkan, jika dibandingkan saat di Indonesia dahulu sistem kuliah melalui presentasi kelompok cukup membuat aktif mahasiswa. Disini keduanya harus aktif dalam menjalani proyek dan tugas yang rutin diberikan setiap pertemua.

Namun, kelebihan dari sistem pendidikan disini adalah pada ketepatan waktu dan disiplin. Mereka benar-benar memberikan deadline untuk setiap tugas. Setiap satu jam, bel berbunyi untuk istirahat sepuluh menit. Itu sudah kebiasan mereka untuk menyelipkan istirahat setiap pembelajaran agar siswa tidak penat.

Saat jeda itu adalah waktu yang tepat untuk ke kamar mandi, bermain atau membas pesan di Handphone, diskusi, makan atau minum, tidur sejenak dan yang lainnya. Namun, ketika bel sudah berbunyi untuk dimulai kembali, perlu diketahui untuk fokus kembali pada kuliah dari Profesor, jika tidak maka bisa kena tegur atau diminta untuk keluar.

Tentunya, setiap dosen memiliki caranya tersendiri dalam menanggapinya. Jangan harap bisa mudah mencontek di kala ujian karena ini adalah larangan keras bagi mereka. Namun jangan terlalu khawatir, intinya, kedisiplinan dan fokus mereka sangat tinggi jadi kita perlu mengikuti polanya.
Itu sekedar cerita prologue sensasi kuliah di JIAODA bagian satu, berikutnya aku akan sedikit bercerita soal bagaiaman makanan, fasilitas, tantangan maupun persiapanku di atmosfer ini. Semoga bermanfaat.

Gedung Utama Yifu, 2016

Auditorium BJTU


Asrama Kampus
Kamar Asrama Kampus.
Mata Kuliah Bridge Engineering,2016

Student Centre Building, 2016


2 komentar:

  1. keren, semoga balik ke Indonesia dan berguna bagi nusa dan bangsa dew..... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin insya Allah harus balik kak.. hehe sukses juga y ka gal.. ngomong2 kumau pesen kaos yg di jual di etdah tf nya kmn? mau yang ada sketsaku plus tambahan tulisan Sketcher Inside :D

      Hapus

Copyright © 2013 Re-Write and Re-Sketch