Singgah (Puisi)

Singgah dalam senyuman
Secarik kenangan
dimana lampu tak pernah padam
lepas dari kata, tawa dan isak tangisan
Jalan tak selalu indah, jua tak selalu merana

Semisal air bisa ditapaki
tanpa basah bisa dilewati
Mungkin, persinggahan tak akan berarti
Tanpa sesuatu yang ingin dinanti

Di negeri ujung kapal karam menghadang bebatuan
Kapten berteriak meminta pertolongan
datang dengan jangkar tua yang karatan
Menuju persinggahan seolah akan ada keajaiban

"Hai pelaut, dimana geram suaramu"
"Tak ada yang bisa kukatakan"
"Kapalku Singgah dan kini telah ditelan lautan"
Biarlah kisah itu singgah,
kapten kapal kembali berbenah

Singgah, tak pernah terpikir
singgah, tanpa banyak berpikir
Singgah, saat disana bisa melipir
 
 19/09/2015




0 comments:

Copyright © 2013 Re-Write and Re-Sketch