Pelatihan Duta Damai di Jakarta: Sebarkan Kebaikan Melalui Dunia Maya

Oleh Annisa Dewanti Putri
Peserta Pelatihan Technowriter Duta Damai Dunia Maya, Jakarta 2016

Pagi di kala Ramadhan itu, Jakarta terlihat cerah dan padat seperti Ibukota pada umumnya. Selasa, 14 Juni 2016, tepatnya di Hotel Kartika Chandra acara Pelatihan Duta Damai Dunia Maya dimulai. Pelatihan akan berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan 119 peserta dari wilayah Jakarta dan sekitarnya (Tangerang, Bekasi, Bogor, Depok dan Bandung).

Pelatihan ini adalah rangkaian dari program Pusat Media Damai (PMD) yang merupakan bagian dari Media Badan Nasional Penanggulan Terorisme (BNPT). Sebelum di Jakarta, acara telah diselenggarakan terlebih lebih dahulu di kota Medan dan Makassar sebagai bentuk melibatkan pemuda dan komunitas yang tersebar di Indonesia.

“Sebagai negara yang memiliki pengguna internet yang cukup banyak, anak muda Indonesia menjadi sasaran Terorisme melalui Cyber Counter,” ucap Bapak Tito Karnavian selaku Kepala BNPT dalam sambutannya.

Dengan begitu, BNPT melalui salah satu programnya mengajak pemuda untuk menjadi bagian dari duta damai dunia maya yang kerap kali dijadikan media provokasi untuk penyebaran aksi terorisme dan radikalisme. Setelah sambutan dan laporan singkat dari BNPT, acara dibuka oleh Bapak Tito Karnavian dengan ketuk Palu.

Acara dilanjutkan dengan pengenalan tiga bidang yang berfungsi dalam pengembangan dunia maya yaitu melingkupi Blogger/penulis, Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Teknologi. “Output pelatihan ini adalah untuk menghasilkan produk kontra propaganda dalam aksi terorisme melalui dunia maya,” ungkap Bapak Dadang Hendra selaku Kasubdit bidang pengawasan dan kontra propaganda BNPT.

Peserta dibagi delapan kelompok untuk selanjutnya mengelola situs dutadamai.id yang nantinya digunakan untuk media penyebaran konten positif. Selanjutnya, pemaparan mengenai PMD diberikan sebagai dasar dan acuan.

Selain dibekali oleh pemaparan singkat soal pengantar  dunia maya, perihal radikalimse, terorisme, dan PMD, peserta selanjutnya dibekali dengan softskill sesuai bidang lingkupnya. Pelatihan dibagi berdasarkan bidang penulisan, desain komunikasi visual (DKV), dan pengelolaan situs (Teknologi).

Hal ini akan menjadi bekal peserta untuk rangkaian pelatihan di hari berikutnya. Sebagaimana salah satu mentor PMD mengatakan bahwa  Soft Approach dengan memberikan narasi tandingan positif akan lebih menekan persebaran isu terorisme melalui dunia maya. Pelatihan Duta damai diharapkan untuk menghasilkan pemuda yang tak hanya melek dan kritis teknologi, tetapi juga peka terhadap isu global dan bisa dengan bijak menanggapinya.

0 comments:

Copyright © 2013 Re-Write and Re-Sketch