Motivasi Hidup diantara Kelas dan Kenangan

 اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ 

Innalillahi wa innailaihi Rajiun, tulisan kali ini kusampaikan untuk mengenang salah satu dosen pengajar dari almamterku tercinta, Ibu Nira Nasution (Teknik Sipil Universitas Negeri Jakarta). Belum lama, beliau dipanggil oleh Allah Ta’ala.

Mahasiswa S1 Reguler Tahun 2011 bersama Alm.Ibu Nira
Begitu semangat. Sosoknya dikenal sebagai sosok dosen yang ceria. Teringat motivasi pertama saat beliau memulai mata kuliah mekanika teknik yang awalnya kami kira begitu menegangkan dan penuh rumus. Nyatanya sosok Ibu Dosen itu banyak memaparkan motivasi-motivasi kehidupan dalam pelajaran setiap kelasnya.

Kami diminta untuk jadi mahasiswa yang tak hanya aktif di kelas, tapi juga di masyarakat. Begitulah pesan-pesan yang selalu dipaparkan disetiap sela-sela kami mencatat rumus mencari gaya-gaya dalam balok dan kawan-kawan nya.

Sosok Almarhumah yang tak pernah lupa Tersenyum
Hal yang paling ku ingat adalah pembelajaran tentang pentingnya kesehatan. Ya, beliau salah satu pengajar teknik yang mewarnai seluruh pembelajaran dengan tips-tips dan motivasi kesehatan.

Saat itu kelas S1 Reguler angkatan 2011 diajak untuk datang ke salah satu gedung kantor tempat beliau bekerja. Saat pemaparan kesehatan, aku teringat akan penyakit Ibu ku yang tak kunjung sembuh. Dari sana aku sedikit banyak menceritakan keadaan Ibuku tersebut, banyak masukkan dan tips hingga Ibu Dosen itu mendatangi langsung rumahku untuk melihat kondisi Ibuku.

Niat beliau untuk membantu orang perihal kesehatan sangat besar, semangatnya tak pernah luntur dalam memaparkan kisah-kisah inspiratifnya. Aku begitu kagum dengan sosok yang bisa membawa kami terbang keluar kelas.

Kenangan bersamanya dikala Ulang Tahun Jurusan.
Sosok Almarhum Ibu Nira hadir dalam kehangatan untuk memotivasi kami bahwa segala penyakit bisa dihadapi. Tetaplah miliki semangat hidup. Dari sana Ibu saya banyak belajar akan pentingnya semangat hidup meski sedang sakit.

Beliau adalah sosok yang cerdas dan peduli, terlihat dari perhatiannya terhadap semua mahasiswa yang ia anggap sebagai anak sendiri. Terkhusus  Himpunan Mahasiswa Sipil di jurusanku dahulu begitu di koordinasi dengan baik bersama dengan teman-teman yang menjabat sebagai pengurus saat itu. Aku bukanlah bagian dari HIMA tapi aku paham betul kisah-kisah para teman-teman mahasiswa pejuang tersebut bersama beliau. Terutama saat Baksos dan beberapa program lainnya. Begitu banyak bangunan yang telah ia lukiskan di ruang-ruang tersebut.

Prinsip hidupnya layak kupu-kupu yang membantu setiap bunga yang dihinggapinya dalam  proses pembuahan yang sempurna. Berdampak positif bagi orang lain. Itulah yang kutangkap. Karena belajar bukanlah hanya sekedar teori, ia adalah ilmu diantara manusia dan bagaiamana memaknai hidup. Setidaknya itulah yang bisa kutangkap dari sosok beliau, Semoga Allah memberkahi Almarhumah dan keluarga.

2 komentar:

Copyright © 2013 Re-Write and Re-Sketch