Saturday, April 06, 2019

Mengenal Bangunan Kuno di Museum Pusat Ibukota

Beijing Museum Interior

Luasnya dataran Tiongkok tak pernah terlepas dari ciri khas bangunan tradisional pada setiap wilayahnya. Ciri khas oriental dengan atap dan sambungan yang begitu menumpuk menjadikan Negeri Tiongkok memiliki ciri khasnya sendiri dalam memberikan tampak bangunanya.

Untuk melihat dan mengenal arsitektur Tiongkok secara secara keseluruhan, wisatawan bisa melakukanya dalam waktu kurang dari sehari. Tak perlu berkeliling Tiongkok, tapi cukup mendatangi Beijing Ancient Architecture Museum ini. Maka keseluruhan sejarah bangunan tradisional dapat dipelajari dan disimak. Secara keseluruhan, museum ini akan menampilkan banyak prototype bangunan tradsional Tiongkok dari zaman ke zaman dan berbagai daerah.

Semua bangunan secara keseluruhan memang didominasi pada zaman dinasti Qing dan Ming. Namun, pernanan dinasti lain seperti Song, dan Tang juga ikut memberikan pengaruh.  Pada dasarnya, melalui museum ini dapat diketahui bahwa bangunan tradisional di Tiongkok bermula menggunakan tanah liat dan kayu, namun selanjutnya di dominasi oleh kayu. Dominasi kayu disini akan mudah menimbulkan kerusakan bangunan baik pelapukan, jamur, dll. Menurut keterangan di museum, para pengrajin mengakali nya dengan mengecat dan memberikan sentuhan seni pada setiap lapisan bangunan. Itulah mengapa bangunan kayu mereka sangat berwarna, dan sebagian besar di dominasi oleh warna merah, biru, dan kuning.

Menjelajahi tiap ruang lebih dalam, maka pengunjung akan menemukan Dougong, sebuah rahasia unik dibalik kuatnya bangunan tradisional Tiongkok. Ialah sebuah sambungan disetiap sisinya. Dougong menjadi unik untuk menjadi komponen dan ciri khas utama bangunan tradisional yang mampu meredam beban gempa dan angin.

Lebih khususnya lagi, perihal bangunan tradisional Beijing adalah yang paling banyak  ditampilkan dalam ruang pameran dan eksebisi disini. Bahkan, menuju pelataran  museum tengah, pengunjung akan menemukan peta relief horizontal kota Beijing dengan skala cukup besar memenuhi seperempat ruangan pameran.

Delapan hal Pedoman 

Kemegahan dari bangunan tradisional di tiongkok dapat ditelisik disini melalui pameran beberapa perkakas dan metode yang dipakai pada peradaban Tiongkok. Delapan poin pekerjaan yang diandalkan mereka yaitu melalui tile work (pekerjaan pengubinan), earth work (pekerjaan lahan), stone works (pekerjaan batu), carpentery work (perkayuan), drawing work (menggambar), oil painting work (pengecatan), scaffolding work (pembentukan rangkaian), dan paperhanging work (pekerjaan kertas gantung). Semua proses ini di tampilkan dalam setiap ruang ekspedisi yang membuat pengunjung semakin mengerti esensi  arsitektur Tiongkok pada masanya.

Tak heran karena kesukaan masyarakat pada angka delapan yang menunjukkan angka kesinambungan, Selain daripada delapan pekerjaan luar biasa, di museum ini juga dapat diketahui bahwa terdapat delapan skala ukur yang dijadikan orang-orang tiongkok untuk membangun bangunan tradisional. Delapan skala itu memaparkan dari penggunaan untuk bangunan tradisional skala kecil hingga yang memiliki skala besar. Biasanya dalam satuan mereka untuk delapan skala tersebut disebut dengan Cai atau 才。

Ada keunikan lainnya dari angka delapan yang masyarakat senangi. Hanya dengan modal tiket 8 yuan atau setara dengan kurang lebih 16 ribu Rupiah, para pengunjung bisa menjelajah ruang dan waktu perkembangan Bangunan tradisional di Tiongkok. Keunikannya, memang karena banyak angka delapan sebagai angka yang dianggap sebagai angka beruntung sehingga  dijadikan ukuran.

Bagaimana cara bisa kesini? Letaknya cukup berseberangan dengan Temple of Heaven yang bisa dijangkau melalui stasiun subway Tiantandongmen di line 5. Jadi akses untuk ke lokasi terbilang cukup mudah. Tak salah untuk dicoba, terutama para penggembar arsitektur dan kebudayaan negeri tirai bambu ini.




Penulis: Annisa Dewanti Putri, @a_dewanti_p

***Pernah dimuat dalam Detik Travel  https://travel.detik.com/dtravelers_stories/u-4029591/mengitip-bangunan-kuno-di-museum-arsitektur-beijing Detik

0 comments:

Post a Comment