Friday, August 16, 2019

Brutal melalui Game


Ilustrasi oleh Dewan, 2018.

Di tahun 2013, Rockstar GTA series telah merilis versi terbaru serial game yang cukup populer. Grand Theft Auto (GTA) sudah dikenal sejak populer di platform Playstation 2. Saat itu GTA Vice city telah menunjukkan kebolehan nya dengan menampilkan grafis visual yang bisa diperankan secara freeplay hanya dengan menggunakan remote stick. 

Sekarang, seiring berkembangnya platform yang semakin canggih, produser gaming semakin mengembangkan grafis dan kebebasan permainan agar bisa lebih mirip dengan keadaan nyata. Tak hanya GTA, muncullah game lain dengan genre action adventure untuk seluruh platform bahkan sampai di Personal Computer dan Online juga.

Hingga, saat ini mudah sekali melakukan kekerasan secara dunia maya saja melalui game. Menembaki lawan lewat Counter strike. Radikalisme secara maya bisa terjadi dari masing-masing platform.

Bagi Adrian yang masih berumur empat belas tahun, permainan itu cukup menariknya. “Aku bisa nabrak orang, ledakin mobil, terus beli makanan, atau naikin helikopter kalau main GTA,” ujar anak yang masih menggunakan seragam putih merah itu.

Tindakan brutal diakuinya telah dikenal sejak dia memainkan game bertajuk aksi atau perang. Tak salah ketika dia pernah bercerita soal temannya yang pernah mencoba menendangnya dengan gaya atlit game Smackdown.

“Game itu tergantung cara penggunaannya. Jangan anti-game, jangan juga buta pro-game. Tidak semua game memiliki karakteristik yang cocok untuk dimainkan oleh anak semua umur,” tutur Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, seperti dikutip dari Liputan6.com, Kamis (28/4/2016).

Target umur memang sudah tertera di setiap game, sebenarnya tak sembarang gamer yang bisa menikmati game tertentu terkhusus yang mengandung kekerasan dan pornografi ini. Semua kategori umur telah diatur dalam Entertainment Software Rating Board (ESRB). Tindakan radikal dan brutal setidaknya dapat disaring melalui kategori umur tersebut sehingga dunia maya tak menuntut generasi penerus bangsa untuk bertindak sesuai permainannya.

0 comments:

Post a Comment