Kisah si Gamelan Bali di Luar Negeri

Sumber Gambar: idntimes.com

Judul Film : Bali: Beats of Paradise
Sutradara : Livi Zheng
Penulis : Ken Zheng
Pemain : Nyoman Wenten, Nanik Wenten,
 Robert Lemelson, Norman Hollyn, Don
Hall, Umar Hadi, Balawan , Judith Hill
Genre : Dokumenter
Tanggal Rilis : 16 November 2018
Negara produksi : Amerika Serikat

Sinopsis:
Bali: Beats of Paradise merupakan film dokumenter musik yang menceritakan kisah di balik layar pembuatan sebuah music video. Uniknya, lagu berjudul Queen of the Hill yang dinyanyikan oleh seorang penyanyi asal Amerika Serikat bernama Judith Hill ini dikolaborasikan dengan tabuhan gamelan Bali. Selain itu, cuplikan diiringi tarian asal Bali serta diisi oleh petikan gitar oleh musisi asal Bali, I Wayan Balawan. Tidak hanya menceritakan mengenai kisah pembuatan musik video, film ini juga mengangkat kisah sosok orang hebat yang telah berjasa dalam keberhasilan kolaborasi antara musik modern dan tradisional dalam video musik tersebut.

Ia juga orang yang telah memperkenalkan gamelan Bali ke berbagai penjuru Amerika Serikat. Tidak sendirian, Bapak Nyoman Wenten ditemani oleh istri tercinta yang juga merupakan seorang penari asal Bali. Dikisahkan bahwa sepasang suami-istri ini sudah berhasil membawa kebudayaan Bali hingga ke mancanegara, bahkan berhasil memainkan gamelan di depan tokoh besar seperti Mao Zedong dan Kim Il
Sung.

Film ini juga menceritakan tentang awal perjalanan Nyoman Wenten jatuh cinta pada sebuah seni, perjalanan hidup. Hingga akhirnya, Ia dan istri memutuskan untuk membawa
kebudayaan ini ke mancanegara dan menjadi dosen Gamelan dan dosen tari di berbagai universitas di Amerika Serikat.

Review:
Inspirasi kisah film ini diakui oleh Livi Zheng sang sutradara, lahir dari kegelisahan pribadinya, dimana sebenarnya gamelan sudah dipakai di berbagai film besar, salah satunya Avatar dan Star Trek. Namun, orangorang banyak yang tidak tahu apa itu gamelan. Berawal dari keprihatinan tersebut, maka timbulah keinginan untuk membawa nama gamelan agar lebih dikenal, salah satu caranya
melalui film ini.

Tema film dokumenter ini memang terbilang unik, karena menggabungkan dua hal aliran yang bertolak belakang yakni tradisional dan modern. Namun, disamping hanya sebuah film,
juga dihasilkan karya lain yaitu sebuah video musik hasil perpaduan dua hal
tersebut.

Bagi siapapun yang menonton film ini juga dapat merasakan bahwa sepanjang film terdapat nuansa
kebudayaan Bali yang kental, dimulai dari audio hingga visual, walau tidak semua bagian mengambil latar di Bali.

Film ini juga menceritakan inspirasi mendalam, mengenai orang-orang
hebat yang selalu berjuang agar kebudayaan tradisional Indonesia tetap hidup dan mampu memberi sentilan pada setiap orang yang sudah mulai melupakan kebudayaan tradisional. Bahkan, orang luar negeri lebih tertarik dan ingin berusaha memadukannya dengan musik
modern.

Namun dibalik segi konsep cerita yang sudah sangat baik, disayangkan bahwa puncak dari film ini, yaitu video musik yang diangkat, gamelan bali yang menjadi bintang utama dalam film cenderung kurang menghiasi perpaduan suaranya. Sehingga, jika musik didengarkan tanpa visual, pendengar kurang bisa merasakan atmosfer gamelan yang diangkat. Secara keseluruhan, film ini menjadi
inspirasi bagi karya anak bangsa.

Sebuah tontonan wajib masyarakat Indonesia, terutama yang berada diluar negeri, untuk mengingatkan bahwa dimanapun berada, tidak pernah ada alasan untuk tidak meneruskan dan
menjaga kebudayaan yang tersimpan di Indonesia.

Elke Devinna, Jurusan Jurnalistik,
Communication University of China,
Beijing

*Tulisan ini pernah diterbitkan di Tabloid Yinnihao, Edisi 3, Vol. 1, Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok.

0 comments:

Copyright © 2013 Re-Write and Re-Sketch