Saturday, May 28, 2022

Bumi dalam Puasa

Gambar Bumi dalam Setengah (Penulis, 2022) 

Hari Bumi, 22 April 2022.

Menuju hari Bumi, tapi ia adalah simbol bahwa setiap hari bisa menjadi hari untuk berpuasanya sang bumi karena tekanan yang diberikan bisa terminimalisir. Harapannya bukan hanya sebagai peringatan sebuah hari, juga hari-hari untuk lingkungan hidup lainnya yang secara bergantian dirayakan.

Kadang kita lupa, sebagai khalifah, apa yang selayaknya kita lakukan untuk merayakan hari bumi ini. Apakah sekedar peringatan, atau euforia semata. Semua ini tak jauh dari apa yang terbelisat mengalir bagai cerita antara manusia dan tempat tinggalnya.

Kala ini jatuhnya pada saat Ramadhan. Kita semua merasakan empati luar biasa dari perjuangan setiap insan yang ada di muka bumi. Dalam perjalanannya, terdapat beberapa sentuhan. Dari Puasanya manusia terhadap keinginannya akan hasrat makan dan minum, ia belajar menahan apa yang selayaknya ditahan makhluk lainnya ketika mereka tidak mendapatkan makanan santapannya. Bagi mereka, keluh tak ada artinya.

Naluri tetap berjalan, syukur dan nikmat tetap terjadi, tak ada minat lain selain cukup dari nikmatnya menyantak makan dan minum. Bagi manusia, keinginan mereka tetap bisa menjadi ujian diri. Secara tidak langsung, ketika sang insan berpuasa, ia telah meminimalisir konsumsi mereka yang secara tidak langsung melukai bumi.

Puasa, sebagai bagian daripada kegiatan ibadah untuk berbagai Insan, juga dikala hal tertentu menjadi bagian daripada suatu rutinitas dalam mencapai tujuan tertentu. Puasa layaknya menahan, dalam hal ini, Bumi juga mengenai dampaknya.

Ia berpuasa dari segala bentuk karbon, sampah, dan debris yang barangkali diluncurkan manusia dalam konsumtivitas nya. Ia adalah reka bagaimana hal-hal yang seharusnya tidak terbuang secara berlebihan menjadi kisah dalam menahan keinginan membuang dan melukai secara lebih.

Bumi dalam puasanya ikut merasakan sebuah sentuhan kepedulian dari manusia yang menjalaninya seraya setara dengan saling merasakan antara manusia yang juga puasa juga dengan Bumi yang ikut puasa dari sentuhan urbanitas, industrialisme dan sentralisasi pembuangan di spot tertentu.

Bumi menjadi istirhat dalam puasanya, mengikuti alur yang dirasa manusia seutuhnya.

0 comments:

Post a Comment