Monday, February 17, 2020

Pelangi Juang


Pelangi yang tak Disangka. Penulis, 2020

 "Bagiku sederhana, semoga semua baik-baik saja meski hidup sangat berwarna.
Seperti pelangi mungkin, meski tak selalu muncul, tapi setidaknya keberadaanya menjadi senyum yang dirindukan."


Entah judul dan isi relatif untuk saling dikaitkan atau tidak. Tapi, setidaknya tulisan diakhiri dengan pelangi biar ga pusing sepenuhnya. Cerita sedikit tentang sepinya kantor konsultan desain asing untuk Mega Proyek negara ku ini. Biasanya, ada sekitar lebih dari empat puluh karyawan yang mengurus kesemuanya ini. Maklum, ada force majeure yang cukup berdampak pada negara yang baru saja kena penyebaran Virus nCov.

Aku di lantai 3, lantai para engineer dan designer untuk proyek. Mereka semua adalah senior-seniorku. Tapi sekarang hanya bersisa kami berenam, ada aku (Station Engineer), Mr. Sun (Alignment/Jalan), Mr. Chao (Subgrade), Mr. Wang (Geologi), Mr. Wu (Jembatan) dan Mr. Xu (Terowongan). Ini bukanlah bagian dari komplit untuk mewakili setiap bagian. Seharusnya ada bagian struktur, HVAC, MEP, Signal, Communication, dll. Dan perlu diingat, ini baru cakupan dari pihak internal dalam konsultan kami. Betapa banyaknya departemen yang ada.

Untuk pihak eksternal yang berhubungan dengan subkonsultan, supplier, kontraktor, pengawas, owner, bahkan antar konsultan seklipun, sudah beda lagi garis koordinasinya. Jadilah, ini seperti cerita duri baru buat diriku. Aku sangat belajar dari kemendadakan dan sesuatu yang tidak disangka dalam hidup yang bahkan mungkin sering keluar ungkapan itu dari diriku untuk tetap santai dan kalem.

Mungkin tidak berat bagi ragaku, semoga ia selalu pandai berjuang dan tetap sehat. Tapi jiwalah yang terkadang menantang. Untuk bisa merasakan keadaan orang-orang yang disayangi, ketika tau mereka sedang berjuang entah secara jiwa/raga/sakit juga. Inilah menjadi salah satu tanggung jawabku juga. Mereka hadir dalam hidupku dan tentunya kalau kekuatan diikuti dengan tanggung jawab juga. Artinya aku tetap berusaha kuat dan bisa berjuang untuk mereka yang membutuhkanku. Setidaknya berusaha ada untuk senyumnya.

Namun, ya tetap namanya manusia, dibalik lingkaran yang dia hadapi penuh senyum, sesungguhnya mental dan hati ini tetap berjuang. Bahkan Rasanya, bahagia dan dentuman semangat dari orang-orang terdekatku sangatlah berarti, meski terkadang hal itu hilang dan membuatku sangat menanti, terutama untuk orang-orang yang aku sangat pedulikan dan ingin selalu melihat mereka senyum dan baik-baik saja.



Terimakasih untuk semua warna. Itulah pelangi diantara badai yang tak disangka. Dan Pelangi yang tak disangka dipenuhi warna yang kita suka atau tidak suka. Tetaplah pelangi pada akhirnya.

Ditulis di Jakarta, disela-sela meeting yang entahlah.

1 comment: