Dear Scholarship Hunter Part 2 (Epilogue)

Oleh: Annisa Dewanti Putri

Ilustrasi:Penulis 2016

Untuk sang pejuang mimpi,
Teruslah berlari,
Banyak jalur di setiap jalan
Biarkan proses menjadi pembelajaran,
Dimana tak lolos bukan berarti gagal
Disaat penolakan bukanlah akhir dari percobaan
Selagi niat masih mengalir, biarlah ia berjalan,
Belajar mengenal manisnya perjuangan..


Luruskan Niat, Lakukan Usaha, Iringi dengan Doa

www.visaliarcfoundation.com 
Sebagai catatan penutup, perjalanan memburu beasiswa tidak akan semulus yang kita bayangkan. Melanjutkan kuliah Banyak rintangan baik yang bersifat teknis maupun administratif yang perlu kita hadapi. Tentunya hal yang pertama sebelum memulai adalah pasang niat kuat dan akhiri dengan kepasrahan melalui doa apapun hasilnya.

Mendengar kisah proses menuju kelulusan seaorang penerima beasiswa bisa membantu kita dalam mempersiapkan mental. Beberapa teman-teman dan senior bisa dijadikan sumber informan dalam memperoleh beasiswa yang ada.

Semua tak akan mudah, ada yang sebelumnya perlu meluangkan waktu mereka untuk melakukan persiapan bahasa. Kisah lainya, ada yang rela bekerja terlebih dahulu untuk menutupi kekurangan mengurus biaya kelengkapan berkas (Medical Checkuptranslate ijazah, uang pendaftaran universitas dll).

Adapula yang harus merelakan tenaganya dengan bolak-balik kampus asal ke kota asal untuk mendapatkan surat rekomendasi dari dosen/atasan/pengajar. Sampai, adapula yang harus merelakan pekerjaan nya untuk mengikuti serangkaian seleksi yang belum jelas hasilnya.

Semua itu adalah pilihan dalam proses menuju hasil. Proses dan kisah dalam menggapai mimpi beasiswa tersebut akan kita temui setiap berbincang dengan para penerima beasiswa. Artinya, hasil manis memang membutuhkan perjuangan lebih yang tak akan selalu mulus. Namun, jika dijalani dengan niat tulus, percayalah hasil tak akan mengkhianati usaha. Begitulah kata mereka.

2 comments:

MENJELAJAH QINGDAO BERSAMA OMBAK

Oleh: A. Dewanti Putri


Sketsa May4th Square, Qingdao. Oleh: Penulis 2016

May 4th Movement, Seafood, Pantai, Hotpot, dan Bir. Itulah kata-kata kunci yang muncul di kala orang-orang tiongkok membicarakan soal kota Qingdao. Banyak tempat yang bisa dinikmati para penikmat wisata baik dari mancanagera maupun lokal. Bagi penikmat gaya urban yang menikmati pantai sebagai penghias kesenangannya, kota di negeri Tiongkok ini sangatlah cocok dikunjungi.

Saat itu, 10 November 2016, kami mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi kota ini selama empat hari bersama jurusan Teknik Sipil, Beijing Jiaotong University. Qingdao, sebuah subprovinsi dari provinsi Shandong. Berada setelah Beijing dan setelah Jinan. Kota ini dikenal sebagai port city alias kota pelabuhan juga. Mengingat Tiongkok sebagai negara yang daratan yang hanya kota-kota tertentu yang merasakan pantai.

Hari pertama dari Beijing menuju Qingdao, rombongan kami  menuju stasiun dan berangkat menggunakan High Speed Railway (HSR). Kecepatan maksimalnya bisa mencapai 350 m/s. Perjalanan dari Beijing South Railway station sampai stasiun Qingdao memakan waktu hanya lima jam. Harga tiket untuk kereta jenis G atau Bullet Train itu adalah 314 RMB.

Rata-rata, hotel penginapan yang ditawarkan daerah ini yang diminati adalah daerah sekitar pantai seperti Heiminwei Hotel, Beihai Hotel, PICC Hotel dkk. Di hari pertama, sajian menu yang ditawarkan adalah seafood. Tentunya meskipun halal tanpa babi atau daging-dagingan lain, untuk muslim perlu ditanyakan juga apakah mereka menggunakan minyak babi atau tidak. Jika tidak, maka seafood tersebut aman dikonsumsi.

Qingdao dan Sekitarnya
Qingdao Bridge.
Ketika Minuman Keras Diabadikan

Di hari terakhir sebuah perjalanan kampus, rombongan membawa kami ke beberapa tempat wisata diluar kunjungan lapangan di Qingdao. Kami menghabiskan waktu di tempat-tempat wisata yang dikenal di kota tersebut.

Salah satu tempat yang biasannya didatangi wisatawan adalah museum Bir. Kota ini telah menjadi terkenal akan birnya terkhusus untuk jenis merk  “Tsingtao.” Maka dari itu, sebagai saran selingan, berhati-hatilah dikala keluar malam karena banyak sekali orang-orang yang mabuk karena minuman keras.  Bagi saya seorang muslim, cukup mengetahui saja proses pembuatannya dari museum dan pabrik ini berikut teknologi-teknologi yang dipakai dalam produksi.

Uniknya, dalam museum ini ada semacam ruangan khusus mabuk. Jangan khawatir, ini bukanlah untuk mabuk-mabukan secara nyata, tapi rumah ini dibuat secara miring agar pengunjung merasakan sensasi seakan-akan sedang mabuk.

Musium Tampak Depan
Semua proses dari Hop menjadi malt kemudian difermentasi dan menjadi Bir bisa Hal ini akan ditemukan jika menelusuri Gedung B. Karena, gedung A lebih bersifat historical dan penjelasan mengenai penjajahan dan perkembangan bir saat itu. Dimulai dari penjajahan Jerman yang mana beralih kepada penjajah jepang dan kini berkahir ke pemerintah Tiongkok sendiri. Pabrik Tsingtao telah banyak berpindah tangan dari asing le lokal. Secara historis, kota ini telah menjadi lading bisnis dan berpengaruh pada penjajah kala itu.

Wisata Pantai dan Bawah Laut

Wisata menarik berikutnya adalah Qingdao Underworld Water. Wisata ini berada pada bawah muka luat dan berfungsi untuk mengenalkan biota laut sekitar. Berbeda dengan akuarium atau tempat wisata akuatik lainnya, tempat ini  menggunakan habitat asli bawah laut langsung untuk konsevasi biota laut.

Berbicara soal tiket, hraga saat itu yang kami peroleh adalah 110 RMB. Terkhusus untuk kawan-kawan mahasiswa, jangan lupa untuk membawa kartu pelajar untuk semua lokasi yang dikunjungi di negeri Tiongkok. Hal ini agar membuka peluang mendapat potongan tiket wisata meski memang tidak semua bisa berlaku terkhusus untuk graduate atau language student.

Secara garis besar, banyak tempat yang bisa dikunjungi baik secara gratis maupun berbayar. Kota ini layak dikunjungi Karena secara gaya hidup yang tidak berlebih. Ada kesan  dan keunikan tersendiri ketika berada di subprovinsi Shandong ini. Layaknya sebuah tempat dengan cerita, disini pergerakan bisa dilirik.

Underworld Water. sumber foto: Menghy 2016



0 comments:

Between The Trees (Poem)

Between The trees. By: Dewan, B5 using Watercolor & 0,5mm DW

Between the trees, You never know
A thousands of beautiful things imagining how to grow
Once there was a rainbow line
Reminding the nature that is fine

Long live the animals, long live the plants
As the water flows it will not pause
As the wind blows the tiny rose

The day becomes white but the sky’s are still blue
The roots starting to shrivel but the trunks are never true

Between the trees the rocks are scattered and formed a crown
Between the dew as the muds turn brown
And now they’re found
A great dynasty between the trees
The wide colonies of humble bumble bees

Beijing, 17/12/2016

2 comments:

Tanah Airku Dalam Pelukan

Bumi Langit, Jogjakarta, Indonesia. Oleh: Penulis 2016

Tanah airku dalam Pelukan
Kau sangat berharga. 
Tempatmu belajar dari satu menjadi dua. 

Melalui udara ku hirup tanah airku 
merasakan indahnya kebesaran Tuhan yang menciptakan.
Semakin jauh ku merasa rindu
namun semakin bangga akan keberadaanmu.
ialah tempatku kembali. 
Semakin ku jauhi merah putih 
semakin melekat di sanubari.

 Aku menjadi bagian kecil dari sayap-sayap yang terbang jauh. 
Terasa rapuh terkadang,
namun disana semakin kuat harus kukeppakan 
cepat bisa ku kembali membawa sebatang berlian 
kembali ke pulau impian.

Aku memang terbang jauh tapi sayapku ingin tumbuh agar bisa kembali ke tanah airku. 
Mereka, ialah yang pertama harus bisa membantu mengepakkan sayap itu
selalu membekaliku dengan amunisi lengkap di punggung kecilku.

Teringat niat dan kepribadianku sejak awal. 
Tak pernah lupa diri, tak pernah melupakan kekuasaan Allah Ta Alla.
Mengingat. Seindah tanah lain. 
Tanah air adalah tempat terbaik untuk kembali.
Semakin kecil kita sadari, namun kita mempunyai Allah Ta ala yang maha besar.
Melindungi..


Hati ini terasa teriris berada di antara yang tak biasa. 
Namun, Agamamu, tanah Airmu selalu setia menemanimu 
dimanapun kau berada. 
manusia ini akan kuat ketika ia selalu mengingat..

Haidian, Beijing. 19 November 2016

4 comments:

Sosialisasi Keimigrasian KBRI di Negeri Zhong Guo

Ibu Elisabet, Bapak Dedi dan Silviana (moderator)

 Minggu, 24 Oktober 2016, pagi itu udara di Ibukota Negeri Panda terbilang cukup Moderat. Polusi tidak terlalu menghiasi udara, namun dinginya embun pagi membawakan cerita sendiri selama peserta menuju KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia).

Tepat pukul 10.00 di Aula KBRI, berkumpullah sekitar lebih dari seratus warga negara Indonesia melingkupi mahasiswa, guru, petugas KBRI, tenaga kerja Indonesia, dan lainnya. Acara bertema”Bersama berantas Pungutan Liar” diselenggarakan atas kerjasama atas kerja sama Atase Imigrasi KBRI dan LPB (Lingkar Pengajian Beijing).

Tujuan daripada kegiatan tersebut adalah mengenalkan perihal imigrasi baik secara umum maupun imigrasi. Bagi sebagian masyarakat, perihal administrasi masih menjadi hal yang awam sehingga pada akhirnya bisa mengekor pada Pungutan Liar (Pungli) yang kerap terjadi di instansi.

“Peluang terjadinya Pungli bisa dicegah dengan adanya transparansi administrasi, kepastian soal waktu, akuntabilitas dokumen, dan tanggung jawab petugas,” tutur Bapak Drs. Dedi Setiana, SH, MM selaku kepala atase Imigrasi KBRI Beijing. Materi selanjutnya diisi oleh Ibu Elisabeth selaku staff ahli, persayaratan dan dasar-dasar keimigrasian dijealaskan secara menyeluruh dan detail terkhusus untuk pembuatan paspor.

Menurut Ibu Elisabeth pada intinya, jika dokumen sudah lengkap dan memenuhi, maka akan mudah proses pembuatanya bisa dalam hari berikutnya, paspor sudah bisa diambil. Persyaratan tersebut berupa KTP, KK, Akte/Ijazah SD SMP/Buku Nikah/surat Baptis, dan formulir. Bahkan, sekarang sudah tersedia layanan secara online sehingga pelayanan lebih efektif.

“Terkhusus untuk warga Indonesia diluar jangkauan Shanghai, Huanghzhao, atau Beijing, tersedia layanan kolektif agar tidak menghabiskan biaya kesana.” ujar beliau. Minimal lebih dari lima orang yang mendaftar dengan Cukup dengan mengajukan surat permohonan ke Kedutaan besar, maka akan dikirimkan petugas untuk menuju ke Kota tujuan. Jadi, jangan khawatir mengurus perpanjangan paspor saat lokasi kita jauh dari kantor KJRI atau KBRI.

Setelah sosialisasi Keimigrasian, acara dilanjutkan oleh Ishoma yang selanjutnya diisi dengan agenda bertema “Assalamualaikum Beijing.” LPB sebagai bagian daripada organisasi islam di kota Beijing mencoba merangkul masyarakt Indonesia yang khususnya muslim untuk ikut dalam rutinitas kegiatan ibadah dan menjalin silaturahmi. “Menjalin keakraban bersama teman-teman Indonesia sesame muslim menjadi sangat penting khususnya di kota minoritas penduduk muslim disini.” Ujar Halimah, mahasiswa Central Normal University.

AGenda "Assalamualaikum Beijing"
Acara berakhhir pada sore hari ditutup oleh bincang-bincang dan salat Ashar. Bagi sebagian besar peserta, keimigrasian menjadi hal yang penting juga dalam menjalin keakraban sesama masyarakat Indonesia. Dari rasa sepenasib sepenanggungan, KBRI bisa menjadi wadah dalam menjalin kebersamaan.

2 comments:

Crossing Bridges Around Gualinqiao (Beijing)

The bridge observation was conducted in the Civil Engineering Department of Beijing Jiaotong University. It is held in the 28th of October 2016, from 2:00-4:00 PM. Taking place in the Haidian district, the assignment objectives are to observe and discuss about the bridges that exist in some sort of site. This includes the Beijing Exhibition Bridge, River Bridge of Gaoliang Inclined Street, and the 13# Metro Urban Line Light Rail Bridge in Sidaokou .


Master of Civil Engineering Class (English Program), Beijing Jiaotong University 2016.

Master of Civil Engineering Group with Prof. Lei, Beijing Jiaotong University 2016. The observation is done by 7 group members which has a teacher for each group. A safety induction is held before the observation so the participants uses a safety helmet for the safety practice.

The bridge that aere mainly observed are the bridge near Beijing Jiaotong University, located in the Haidian District. The gualinqiao bridge is the bridge that crosses the Nanchang River.

1. Beijing Exhibition Bridge
The Beijing Exhibition Bridge is called so because this bridge is a bridge that crosses the Gaoliang river near the north side of Xizhimen.
   
The bridge which has two path roads. The bridges consists of two path roads to pass. This beam bridge is supported by several beams of some certain sizes. We can categorize this type by use as car Traffic Bridge. The materials mainly used are the concrete and steel structure.
 
Beijing Exhibition Bridge was built in 2007. It is a continuous steel box girder bridge, two boxes of steel beam and reinforce concrete deck. Some piers are reinforce pier but some piers are composite pier. Sound barriers, the wall of this bridge, are arranged outside of the bridge. Steel boxes were connected by gusset plate with high strength bolt.


The picture of the pier column with circular shape column. 
         
The connection are using the steel bolts for each single section of the bridge. It is predicted that the connection used for the bridge inside as the nosing type. Consolidation and articulated (equipped with fall prevention beam construction) method were used to connect the pier and girder. Consolidation pier can give full play to the flexible characteristics of bridge pier, the whole bridge pier swing bearing formation, and ensure the integrity of the bridges.

The drainage system they used from the bridge is to optimize the use and function of Beijing Exhibition Bridge. The underdrain is made of perforated pipe and suitable conduit that transports runoff from the structure to an appropriate drainage channel.

The piers connection with the bearing between the deck and the pier of the bridge.
Some parts of the Beijing Exhibition Bridge are using the rigid frame piers and hammerhead piers to handle the upper structure. Some of the piers are using the square column piers as the support for the decks

2. The River Bridge of Gaoliang Inclined Street

The River Bridge of Gaoliang Inclined consist of two bridges. It is the  new  bridge of Xizhimen is located near the xizhimen station which exactly connects the road passing the river. This bridge is connecting the roads of Gaoliangqiao Byway when passing the Nanchang River. Meanwhile, the older bridge is located just beside the new one without demolishing it.
This bridge has two abutments. It is a stone bridge and arc bridge. For back Kublai Khan in to yuan twenty-nine years (1292) built in and outside the door (now xizhimen) stone bridge. At the time of Ming and Qing dynasties, ancient standing here, the water clear bottomed out.

It is said that this old bridge has a historical mean so it has to be still exist. This old bridge was built in 1970 and is between the two core which is the xizhimen bridge and xizhimen north bridge.

The embankment using stones as a part to road or confines a waterway. Beside that it will prevent the sliding of the structure.

The Picture of the gap between the new (Left side) and the old (right side) Xizhimen bridge.

The old bridge of Xizhimen is an arch bridge shape bridge that has some historical relief and symbol in the middle of the bridge.

3. Xizhimen Interchange (Overpass) Bridge
 Xizhimen interchange is located in front of the Xizhimen subway station with a coordinate of approximately 39°56'20"N and 116°20'58"E. The Xizhimen Interchange bridge is well know as the overpass.


This bridge is categorized as an overpass between the meeting line. Xhizimen bridge is made mainly with steel box. This is categorized as a composite bridge. Meanwhile, for the shape it is originated by the plate Girder Bridge.
 
Same as the previous bridge. This interline bridge is used as car traffic bridges that connects different roads and to prevent the meeting point of intersections. The most common used with two lanes designed to carry car and truck traffic of various intensities.

4. 13# Metro Urban Line light Wail Bridge (Sidaokou)
The xizhimen line 13 bridge connects the station to the subway of line 13. This site is located between the Nanchang River and the Beijing North Railway station.
   
Three supporting of Hammerhead piers supporting the decks from the station of Xizhimen for the line 13.
       
Column Piers used for the Line 13 Subway Bridge of Xizhimen, With the other squared column piers.
The line 13 bridge of xizhimen station in front of Gualinqiao road. 13# Metro Urban Line light Rail Bridge is variable cross-section steel box girder. The precast slab box composite bridge use shear connector in order to inherit and transmit longitudinal shear force between steel girder and concrete plat; to resist the effect between concrete slab and steel beam.

5. Additional Observation (Beijing North Railway Station)
The Beijing North Railway station is located beside the Xizhimen Station. It is integrated to the railway. This station is mainly using the steel structures as the supporting for the roofing. The station is using the structural steel frame structures.


 The observation gave extra knowledge in directly sightseeing a bridge as a focus of study. The river bridge of Gaoliang Inclined Street connects the road from Gaolianqiaou to cross the river. While the objects are to see some of the materials used and structural components that mainly exist, the use of the bridge has an important role for the traffic matters of the city, especially for Beijing as the capital and dense city. Mainly, the bridge in this area is said as the beam bridge with the combination of concrete box girder with concrete as the deck. Mostly the bridges are fixed bridges with no moveable parts. It’s designed to stay where they are made to the point they are deemed to be demolished or not.

REFERENCES
  Jim J.Zhao, P.E, F.ASCE, Demetrios E. Tonias, P.E.  2012. Bridge Engineering: Design, Rehabilitation, and Maintenance of Modern Highway Bridges. Third Edition. New York: McGrawHill.
  beijing.wikia.com/wiki/Xizhimen_Outer_Street, accesed in 4th of October 2016 at 17.45
  Types of Bridges,  http://www.historyofbridges.com/facts-about-bridges/types-of-bridges/ accessed in 3rd of October 2016
Bridge Engineering Practice Notice. Profesor JQ Lei. 2016

3 comments:

Motivasi Hidup diantara Kelas dan Kenangan

 اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ 

Innalillahi wa innailaihi Rajiun, tulisan kali ini kusampaikan untuk mengenang salah satu dosen pengajar dari almamterku tercinta, Ibu Nira Nasution (Teknik Sipil Universitas Negeri Jakarta). Belum lama, beliau dipanggil oleh Allah Ta’ala.

Mahasiswa S1 Reguler Tahun 2011 bersama Alm.Ibu Nira
Begitu semangat. Sosoknya dikenal sebagai sosok dosen yang ceria. Teringat motivasi pertama saat beliau memulai mata kuliah mekanika teknik yang awalnya kami kira begitu menegangkan dan penuh rumus. Nyatanya sosok Ibu Dosen itu banyak memaparkan motivasi-motivasi kehidupan dalam pelajaran setiap kelasnya.

Kami diminta untuk jadi mahasiswa yang tak hanya aktif di kelas, tapi juga di masyarakat. Begitulah pesan-pesan yang selalu dipaparkan disetiap sela-sela kami mencatat rumus mencari gaya-gaya dalam balok dan kawan-kawan nya.

Sosok Almarhumah yang tak pernah lupa Tersenyum
Hal yang paling ku ingat adalah pembelajaran tentang pentingnya kesehatan. Ya, beliau salah satu pengajar teknik yang mewarnai seluruh pembelajaran dengan tips-tips dan motivasi kesehatan.

Saat itu kelas S1 Reguler angkatan 2011 diajak untuk datang ke salah satu gedung kantor tempat beliau bekerja. Saat pemaparan kesehatan, aku teringat akan penyakit Ibu ku yang tak kunjung sembuh. Dari sana aku sedikit banyak menceritakan keadaan Ibuku tersebut, banyak masukkan dan tips hingga Ibu Dosen itu mendatangi langsung rumahku untuk melihat kondisi Ibuku.

Niat beliau untuk membantu orang perihal kesehatan sangat besar, semangatnya tak pernah luntur dalam memaparkan kisah-kisah inspiratifnya. Aku begitu kagum dengan sosok yang bisa membawa kami terbang keluar kelas.

Kenangan bersamanya dikala Ulang Tahun Jurusan.
Sosok Almarhum Ibu Nira hadir dalam kehangatan untuk memotivasi kami bahwa segala penyakit bisa dihadapi. Tetaplah miliki semangat hidup. Dari sana Ibu saya banyak belajar akan pentingnya semangat hidup meski sedang sakit.

Beliau adalah sosok yang cerdas dan peduli, terlihat dari perhatiannya terhadap semua mahasiswa yang ia anggap sebagai anak sendiri. Terkhusus  Himpunan Mahasiswa Sipil di jurusanku dahulu begitu di koordinasi dengan baik bersama dengan teman-teman yang menjabat sebagai pengurus saat itu. Aku bukanlah bagian dari HIMA tapi aku paham betul kisah-kisah para teman-teman mahasiswa pejuang tersebut bersama beliau. Terutama saat Baksos dan beberapa program lainnya. Begitu banyak bangunan yang telah ia lukiskan di ruang-ruang tersebut.

Prinsip hidupnya layak kupu-kupu yang membantu setiap bunga yang dihinggapinya dalam  proses pembuahan yang sempurna. Berdampak positif bagi orang lain. Itulah yang kutangkap. Karena belajar bukanlah hanya sekedar teori, ia adalah ilmu diantara manusia dan bagaiamana memaknai hidup. Setidaknya itulah yang bisa kutangkap dari sosok beliau, Semoga Allah memberkahi Almarhumah dan keluarga.

2 comments:

Blogger Aktif, Penuh Inspirasi

Sketsa Ilustrasi Untuk Teh Ani, Sumber: Penulis 2016
Gaya pembawaan yang santai. Senyumnya begitu mudah dilihat setiap kali kita menatapnya. Ia terlihat sangat menyambut orang-orang yang baru saja berkenalan dengannya. Dia adalah Ani Berta. Aku mulai terbiasa memanggilnya Teh Ani sejak mengetahui bahwa kawan-kawan lain yang mengenalnya ternyata juga memanggilnya dengan nama tersebut. Nama itu sudah jadi semacam nama yang sudah dikenali orang-orang sekitarnya.

Dibalik sikapnya yang rendah hati dan selalu membimbing, Teh Ani nyatanya adalah seorang Full Time Blogger handalan yang sudah banyak berpengaruh di dunia maya bahkan nyata. Ia sudah banyak mengisi dan menginspirasi orang di dunia kepenulisan dan Blogging.

Penulis 2016
Pesan konsisten dalam menulis yang selalu kutangkap dalam setiap tulisan dan diskusi bersama Teh Ani menjadi pengingat bagiku. Nasihat-nasihat tersurat dan tersirat kudapatkan melalui tulisannya tersebut.

Aku begitu bersyukur bisa mengenalinya, berawal dari pertemuan di acara Duta Dunia Maya oleh Pusat Media Damai, kami ditempatkan di kamar yang sama. Dari sana, aku begitu mengenal Teh Ani dan mulai mengetahui latar perjalanan kepenulisannya. Begitu berwarna, seorang blogger perempuan, Ibu dari seorang gadis cantik bernama Sekar yang begitu kritis dan konsisten dalam menulis.

Sosok Teh Ani. Sumber: Koleksi pribadi
 Beberapa situs yang dikelolanya diantaranya www.aniberta.com, http://anny.blogdetik.com,  http://duniaspasi.blogspot.com, http://paprika.blogdetik.com, dan  http://kompasiana.com/brainy. Selain itu, Teh Ani juga merupakan content writer untuk banyak situs dan program. Ia juga seorang penggiat blog untuk NGO AUS AID dibawah pemerintah Australia. Keterlibatannya di bidang penulisan dengan beberapa komunitas tidak menjadikan Teh Ani seorang yang pelit berbagi. Ia begitu dermawan dalam proses transfer ilmu.
Beihai Park, 2016. White Pagoda
Aku banyak belajar dari diskusi kecil-kecilan bersama Teh Ani, lebih jauh, aku juga belajar banyak dari tulisan-tulisan yang kerap kali di update nya di beberapa situs. Bagi teh Ani, untuk memperkuat gairah blogging, kita perlu banyak terjun ke lapangan, terlibat dalam banyak kegiatan. Baginya, relasi dan menambah jaringan adalah hal yang paling utama untuk menambah branding blog kita.
Pesan akhir yang kutangkap, konsistensi dalam menulis adalah dengan terus menulis. Jadi jangan ragu untuk terus berbagi apapun bentuk tulisannya.

White Pagoda, Beihai Park, Beijing 2016


Salam Blogger
Haidian, Beijing, RRT
23/9/2016

2 comments:

Manusia yang Lupa


Lines of Nature. Sumber: Penulis 2016.

Lupa...
Manusia tak jauh dari lupa
ia adalah yang dicipta
terkadang umur memakan memori di kepala
sejuta pengampunan lupa akan dosa
kembalilah mengingat kesalahan semua

Lupa...
Diliput lelah dan hilang rasa
Tak disadari ia telah kalah oleh masa
semua memori hanya berujung jadi cerita
kesadaran akan posisi di dunia

Lupa....
Manusia butuh pengingat dari berbagai arah
Semisal buah lupa dengan dahannya
ia pun akan lupa dengan pohonnya
Lupa sementara, tapi ia berharap kembali semula
Maafkan jiwa-jiwa penuh salah dan perkara


Lupa...
Selagi ia berdiri kokoh di atas kuda
ia lupa bahwa di depannya ada pemenang si kura-kura
Melihat kebawah seolah besar tak terkira
padahal diatasnya ada raksasa melebihi tiga hasta


Lupa....
Bumi ia ibaratkan istana
padahal semesta tak terhingga
Ia lupa kalau dirinya perlu air segar dan udara
Manusia yang lupa, maka manusia perlu berdoa....



Annisa Dewanti Putri
Duren Sawit, 14 Juli 2016

0 comments:

Belajar dari Kegagalan Bangunan (Review Buku)

Cover. sumber: Getscoop.com

Judul Buku : Bangunan yang Runtuh
Penulis : Ir. Sulistijo Sidarto Mulyo, MT
Penerbit         : Elex Media Komputindo
Tahun : 2014
Tebal : 159
Jenis : Manajemen Resiko

Jembatan Kutai Kertanagara yang roboh menjadi sorotan masyarakat pada masa itu. Begitupula dengan Proyek Hambalang yang amblas ataupun Skyline Tower yang roboh. Semua kegagalan bangunan ini dibahas disini. Buku ini terdiri dari enam bab. Terurai dari awal bab yang membahas soal contoh dan Peristiwa Bangunan yang pernah runtuh baik di dunia maupun beberapa bangunan di Indonesia.

Bab 1 mengurai mengenai 16 peristiwa bangunan yang runtuh baik di mancanegara maupun dalam negeri. Sampoong Departement Store menjadi salah satu contoh kegagalan. Peristiwa ini dianggap sebagai “The Largest Peacetime Disaster in South Korean History.” Hasil investigasi yang ditemukan bahwa kondisi desain yang tidak diperhatikan. Beberapa diantarnya fondasi yang di bangun di tanah yang tidak stabil dan pengurangan dimensi kolom yang seharusnya dari diameter 80 cm menjadi 60 cm. Penyelidikan akhirnya mengarah pada ditemukannya praktik korupsi terhadap penggunaan material bangunan.

Penyebab kegagalan bangunan dibahas dalam buku ini secara umum pada Bab 2. Dua  garis besar penyebab kegagalan bangunan dibagi dua hal, predictable semisal human error, and unpredictable act of god atau dikenal dengan force majeure. Secara garis besar, delapan penyebab kegagalan baik tunggal maupun kombinasi tersebut yaitu:
1. kesalahan dalam peencanaan
2. kesalahan dalam pelaksanaan pembangunan
3. kesalahan dalam pemakaian
4. kesalahan dalam perawatan
5. kesalahan dalam pemilihan lokasi
6. kesalahan dalam pemilihan bahan dan material
7. kesalahan dalam penggunaan teknologi
8. faktor force majeure

Beranjak pada bab 3,  penulis menyingkap kegagalan bangunan berdasarkan tinjauan Yuridis atau secara hukum melalui beberapa aturan seperti Undang-undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi maupun Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 2000. Kriteria kegagalan bangunan juga diulas berdasarkan beberapa pedoman yang ada dan berdasarkan tolok ukurnya.

Perihal Manajemen Risiko diulas pada bab 4 dimana ketidakpastian menjadi perhatian karena mengakibatkan adanya risiko bagi pihak yang berkepentingan. Sulistijo Sudarto menguraikannya secara lengkap dalam bagian ini. Semua hal itu mencakup konsep, penerapan dan contoh manajemen risiko dalam suatu konstruksi bangunan.

“Ingat, Asuransi Konstruksi,” begitulah yang diungkapkan secara tegas oleh sang penulis di bagian awal bab 5. Engineering insurance menjadi hal yang penting sejak abad ke-19 untuk menjamin ketidakpastian risiko yang ada. Penulis mengurai beberapa macam asuransi konstruksi secara umum beberapa diantaranya seperti Asuransi Kontraktor (Contractors All Risk/CAR), Asuransi Pemasangan (Erection All Risks Insurance),  Asuransi Peralatan Elektronika (EEI) dll.

Selanjutnya, dalam bab terakhir penulis menggarisbawahi soal pentingnya perawatan dalam pencegahan kegagalan bangunan. Diulas secara singkat mengenai pedoman perawatan bersamaan dengan Structural Health Monitoring System (SHMS) sebagai bagian dari antisipasi suatu kerusakan.

Ditutup dengan sedikit pembahasan mengenai rekonstruksi Menara Pisa, penulis menutup dengan meyakinkan bahwa pekerjaan rekonstruksi terhadap kegagalan sebuah bangunan ternyata dapat menghindarkan bangunan tersebut roboh dan memakan korban.

Kegagalan bangunan dalam suatu konstruksi menurut penulis memang disebabkan oleh banyak faktor. Tinggal bagaimana masyarakat mengidentifikasinya secara cermat. Buku ini cukup baik dibaca sebagai pengantar untuk perihal kegagalan bangunan. Bahasa yang digunakan tidak terlalu teknis dan berat sehingga pembaca yang kurang familiar dengan dunia konstruksi mampu menyerap secara santai. Namun, cukup disayangkan bahwa beberapa dokumentasi dan ilustrasi terlihat tidak jelas sehingga kurang mewakili kondisi yang ada.

**Annisa Dewanti Putri

0 comments:

Legend of Tarzan

Cinema Poster The Legend of Tarzan. Sumber: Youtube.com

Judul Film: The Legend of Tarzan
Rilis: Juli, 2016
Durasi: 110 menit
Sutradara: David Yates
Pemain: Alexander Skarsgård, Samuel L. Jackson, Margot Robbie, Djimon Hounsou, Jim Broadbent dan Christoph Waltz.

Manusia yang tinggal di hutan sampai saat ini sudah biasa kita jumpai dalam sejarah dan pengetahuan dunia. Sejak pertama kali sebelum bersentuhan dengan berbagai kemajuan yang ada, manusia tak pernah lepas dari hutan sebagai tempat tinggal. Suku-suku yang masih lekat dengan alam, manusia zaman pra sejarah, semua bukanlah legenda.

Berbeda cerita dengan Tarzan. Manusia yang tak hanya tinggal di hutan, lebih lekatnya hutan tempat ia tumbuh bersama Kingdom Animalia lainnya. Ia tak besar dan tumbuh bersama Homo Sapiens (Manusia), tapi layaknya jenis Mangani serupa Kera.

Film berdurasi 110 menit ini mengulas kisah klasik Tarzan yang sudah mulai meninggalkan masa lalunya di hutan Afrika. Ia yang sekarang disapa John Clayton, Putera bangsawan di Inggris, sudah lama memulai hidupnya sebagai manusia normal.

Kisah berubah ketika John kembali mendapat panggilan untuk menyelesaikan konflik politik perbudakan di Afrika yang melibatkan beberapa rekanan lama dari Jane. Jane sang kekasih yang dipertemukan di Hutan bersama Tarzan tak mau ditinggalkan dalam kasus itu.

Perjalanan antara keduanya kembali kembali ke Hutan Liar terjadi bersama Dr.William, sang penasehat dari Amerika. Konflik personal antara diri Tarzan atau John dengan kehidupan lampaunya mengembalikan jati dirinya di hutan tersebut. Terlebih ketika Jane, sang istri diculik oleh Mr. Rom, sang Pendeta Yerussalem yang menginginkan berlian sebagai bayaran untuk membunuh Tarzan.

Film garapan David Yates ini cukup bagus dari sisi grafis terkhusus pada bagian setting dan efek suara. Namun, sayangnya grafis untuk karakter Mangani masih terlihat komputerisasinya. Alur flashback cukup membantu dalam menerangkan siapakah Tarzan itu, sehingga penonton awam bisa mengenali penokohan dan posisinya tersebut.

Tarzan memang legenda, namun kemungkinan akan adanya manusia yang mampu bertahan di hutan bersama satwa liar telah setidaknya di angkat oleh film ini. The Legend of Tarzan menjadi film yang cukup menarik untuk peminat wildlife, action, dll.

Tarzan vs Akut

Tarzan Vs Bonga. SUmber: Koimoi.com

0 comments:

Pelatihan Duta Damai di Jakarta: Sebarkan Kebaikan Melalui Dunia Maya

Oleh Annisa Dewanti Putri
Peserta Pelatihan Technowriter Duta Damai Dunia Maya, Jakarta 2016

Pagi di kala Ramadhan itu, Jakarta terlihat cerah dan padat seperti Ibukota pada umumnya. Selasa, 14 Juni 2016, tepatnya di Hotel Kartika Chandra acara Pelatihan Duta Damai Dunia Maya dimulai. Pelatihan akan berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan 119 peserta dari wilayah Jakarta dan sekitarnya (Tangerang, Bekasi, Bogor, Depok dan Bandung).

Pelatihan ini adalah rangkaian dari program Pusat Media Damai (PMD) yang merupakan bagian dari Media Badan Nasional Penanggulan Terorisme (BNPT). Sebelum di Jakarta, acara telah diselenggarakan terlebih lebih dahulu di kota Medan dan Makassar sebagai bentuk melibatkan pemuda dan komunitas yang tersebar di Indonesia.

“Sebagai negara yang memiliki pengguna internet yang cukup banyak, anak muda Indonesia menjadi sasaran Terorisme melalui Cyber Counter,” ucap Bapak Tito Karnavian selaku Kepala BNPT dalam sambutannya.

Dengan begitu, BNPT melalui salah satu programnya mengajak pemuda untuk menjadi bagian dari duta damai dunia maya yang kerap kali dijadikan media provokasi untuk penyebaran aksi terorisme dan radikalisme. Setelah sambutan dan laporan singkat dari BNPT, acara dibuka oleh Bapak Tito Karnavian dengan ketuk Palu.

Acara dilanjutkan dengan pengenalan tiga bidang yang berfungsi dalam pengembangan dunia maya yaitu melingkupi Blogger/penulis, Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Teknologi. “Output pelatihan ini adalah untuk menghasilkan produk kontra propaganda dalam aksi terorisme melalui dunia maya,” ungkap Bapak Dadang Hendra selaku Kasubdit bidang pengawasan dan kontra propaganda BNPT.

Peserta dibagi delapan kelompok untuk selanjutnya mengelola situs dutadamai.id yang nantinya digunakan untuk media penyebaran konten positif. Selanjutnya, pemaparan mengenai PMD diberikan sebagai dasar dan acuan.

Selain dibekali oleh pemaparan singkat soal pengantar  dunia maya, perihal radikalimse, terorisme, dan PMD, peserta selanjutnya dibekali dengan softskill sesuai bidang lingkupnya. Pelatihan dibagi berdasarkan bidang penulisan, desain komunikasi visual (DKV), dan pengelolaan situs (Teknologi).

Hal ini akan menjadi bekal peserta untuk rangkaian pelatihan di hari berikutnya. Sebagaimana salah satu mentor PMD mengatakan bahwa  Soft Approach dengan memberikan narasi tandingan positif akan lebih menekan persebaran isu terorisme melalui dunia maya. Pelatihan Duta damai diharapkan untuk menghasilkan pemuda yang tak hanya melek dan kritis teknologi, tetapi juga peka terhadap isu global dan bisa dengan bijak menanggapinya.

0 comments:

Potret Sepintas Arus Manifesto V

Pameran seni rupa kontemporer bertajuk Arus (Manifesto V) di Gedung A dan B, Galeri Nasional Jakarta, Mei 2016. Serangkaian potret beberapa sisi karya seni instalasi, patung, lukisan, fotorafi dll. Menyoal arus seni rupa diatas moralitas, meresap di berbagai bentuk pengalaman interaksi hidup dan sikap penghargaan pada lingkungan hidup. Bagaimana pengamat mengintepretasikanya, semua akan relatif. Berikut sebagian potret-potret yang diambil penulis saat berkunjung melintas sepintas.









Jakarta, 28 Mei 2016


0 comments:

Mewarnai Secarik Kertas

Percobaan pertama dengan watercolour dan kertas Linen. 2016.
Menyoal pewarnaan. Warna awalnya kuanggap menyeramkan untuk dipelajari. Ia bisa menjadikan oretan terlihat nyata berwarna, namun bisa juga menjadikan gambaran tak jelas kabur tanpa makna.

Belajar sedikit mengenai dasar-dasar pewarnaan dari Ka Sari Atika memberikan sedikit warna dasar pada secarik kertas. Sebagai alah satu anggota Komunitas Lukis Cat Air Indonesia (KOLCAI) dan juga bagian daripada Indonesia Sketcher (IS), ia tak pernah bosan menyeka kuas berwarna ke berbagai macam kertas yang ada.

“Macam-macam kertas ada banyak bergantung dari bagaimana efek dan tekstur dasarnya,” jelas Ka sari sambil mengeluarkan beberapa kuas yang nampak sedikit kering. Beberapa jenis diperkenalkan padaku yang masih awan soal pewarnaa, terkhusus pewarnaan menggunakan cat air. Ada jenis kertas, namun yang paling umum yaitu rough, hot press (HP) dan  Cold Pressed (CP). Sementara untuk rough memiliki tekstur kasar , HP sedikit kasar dan CP adalah yang paling halus.

Jenis dan merk kertas yang bisa ditemukan semakin bervariasi di toko yaitu Fabriano, Pigmen, Cagria Canson, Italian Paper, Monfall, dll. Saat itu aku yang masih pemula disarankan untuk mencoba dengan kertas Linen bertekstur sedikit kasar dengan guratan tegak lurus horizontal dan vertikal. Kertas ini cukup tebal dengan daya serap yang lumayan dan setelah kering tidak terlalu merusak kerapihan kertas.

Untuk menjaga kerapihan kertas tersebut ia menyarankan untuk menggunakan masking tape saat mewarnai. Di temple pada sisi ujung kertas dan bisa dicabut kembali tanpa merusak kertas hasil karya kita.

“Untuk menghasilkan warna terbaik, harus banyak mencoba dan mencampur,” ujarnya. Mewarnai dengan cat air di kertas memang akan berbeda dengan mewarnai menggunakan acrylic dan cat minyak. Di kanvas warna bisa ditumpuk dan dicampur saat tertempel di permukaan.

Namun, khusus di kertas dengan cat air, palet memiliki peranan yang cukup penting. Benda ini bisa membantu kita menaruh secuil cat untuk selanjutnya di campur-campur sesuai warna. Carilah sebidang papan untuk dijadikan palet atau bahkan sekarang sudah banyak beraneka macam palet cetakan yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Untuk beberapa campuran warna terkhusus putih tidak perlu digunakan jika dasar krts berwarna putih. Cukup gunakan masking fluid atau lilin jika bagian itu tak ingin diwarnai atau mungkin dibiarkan putih.

Untuk saran akhir yang diberikan Ka sari untuk pemula bisa menggunakan cat air pental, dua dasar kuas untuk melukis dan secarik kertas linen yang dibeli secara meteran. Jadi kertas tersebut bisa dibagai ke dalam beberapa lembar. Harga kertas akan menjadi lebih murah jika dibandingkan membeli satu plastik yang hany berisi empat lembar. Sementara menggunakan kertas meteran bisa mendapatkan lebih dari tujuh lembar jika dipotong sendiri.

Pada dasarnya mengetahui variasi warna adalah dengan banyak mencoba mencampur dan menwarnai menggunakan cat air tak hanya melibatkan pencampuran dengan pigmen, tapi juga dengan air.

0 comments:

How Should We Respond To The Global Challenges?


Picture Source: Twitter Stig Traviik
Wednesday, 11/05/2016, Foreign Policy Community Indonesia (FPCI) for Paramadina Chapter held a forum with the theme of "Winning Globalization: How Should We Respond To The Global Challenges?" This event is made based on the challenges that may people in Indonesia might face for the  competitiveness aspects.

The general lecture was lead by the head of International Relation Program of Paramadina, Mr. Emil which he believes that as youth has a main role in the next decade. The first discussion was delivered by Mr. Stig Traavik as the Ambassador of Norway. Then, the forum was continued by Mr. Reza Rahadian known as a famous actor but here as the Ambassador of Sustainable Development Goals of Indonesia (SDGs Indonesia).

From  the first discussion with Mr. Stig, the discussion were more about the profile of the developed Norway to  respond the global challenges. The materials that he delivered was to make a review on How Norway could be a developed and a self sufficient country from many fields.  A small economy in a globalized world plays a crucial role. Norway depends on their Maritime fields, Which it made Trade as one an important matter for the economic growth.

Meanwhile, for the trends that Norway made for their country are: deregulatory pressure, increased cross border, growing number of contact then developing a rapidly stronger force. But, the main concern for Norway is to Maximize the maritime. Meanwhile, being a big oil and gas producer are as the second alternative path. In this case he believes that regional security threats are going global so this has to be concerned to.

Talking about the cooperation between Indonesia and Norway in facing challenges, Mr. Stig said "Indonesia has many to offer," he believes that beside the number of population of this country could create a good economic growth if it is managed wisely because beside the human resource, Indonesia has a good nature resource too.

The next discussion with Mr. Reza Rahadian is morely about actions that we can do in facing the Global Challenges.  Some of the example is the program that he has been fundraising, namely "Bring water to life" A project to a village in providing people that can not get access for fresh water. The program was to build a project of Intervention Solar Water Installation. With this kind of action, he believes that it could impact the others in responding to global challenges.

The second strategy is to know the three order. "Fact, Problem, and solution," he said. This is to consistently  help us as a developing country in creating a better future and life towards sustainability. The session was closed by some of questions regarding to the topic. In conclusion, people need to increase their willingness to develop their own country to face the global challenges with many ways including from the aspects of environment, politic, economic matters, etc.

Jakarta, 11/5/2016

0 comments:

Mau Pinjam? Silakan



Halo kawan, mau sedikit berbagi dalam postingan  kali ini.
Buku Koleksi buku saya memang ga sebanyak perpustakaan. Hanya coba saya rangkum beberapa judul list yang bisa dilihat melalui link berikut.

List Buku Koleksi

Ada beberapa koleksi buku di rumah yang saya coba kumpulkan. Itu belum di update semua. Jika ada kawan-kawan yang sekiranya mau pinjam atau bahkan ingin beli (Karena Mendesak) silahkan bisa langsung email saya langsung melalui a_dewanti_putri@yahoo.com

Terimakasih

Salam Pembaca Resketsa

2 comments:

A Poem for 1430

From 30 Stars that Shine the brightest
One day the two little stars met
Not crushing like a car
The one feels different
From a same Universe but from a different galaxy
18 million miles far away

Hard to meet, but the stars has its starlight
A speed-light with will
Using the energy
Crossing the horizon
Even the lights fade
But the lights still sparks

Just like a wide ocean
from a different flow,
But why could that algae meet
Its just like what 1:117 said
Be, Let it be
As the sky meets the earth

14 little bees bumbling together
making a noise and searching for a honey
sting while to make the others survive
they left but not in vein
Let the prayer be
The name that should be spoken inside
The best that is given
The positive atmosphere that may happen
The true love that only we can say in the end
Maybe now in a different way,
but hoping in the end to be in a same path
Where we met the stars, bees and algae scattered
Where we met the sky and earth together

Duren Sawit, 14th of August 2015.
Sincerely,
Adp

0 comments:

Resensi Buku 9 Days Umratan (Perjalanan Spiritual ke Tanah Nabi)

SUmber gambar: analisa.daily.com 

Judul Buku: 9 Days Umratan Penulis: Ratna dks
Penerbit: Tiga Serangkai
Tahun: 2015
Tebal: 270 Halaman
Jenis: Novel Religi

Sebagai seorang yang belum pernah melaksanakan umroh, buku ini sangat asik dibaca untuk mengenal Tanah suci baik Riyadh, Mekkah, maupun Madinah sebelum benar-benar menapakinya. Perjalanan spiritual yang dituangkan penulis dalam bentuk penokohan Laila menjadikan seolah kita ikut mengalami bersamanya.

Novel ini akan banyak menyelami bagaimana kisah spiritual si tokoh dalam menjalani Umrohnya. Sebagai seorang yang baru pertama kali menjalani Umrah, tentunya bagi Laila kesempatan ini adalah kesempatan tak hingga yang bisa dialaminya. Kesempatan itu tak lain didapat dari hasil jerih payahnya memenuhi target dari Perusahaan Biro Travel tempatnya bekerja. Melalui paket penjualan yang berhasil ia capai, menjadikannya salah satu dari dua penerima insentif berupa uang saku dan paket umroh menuju tanah Suci tersebut.

 Ia yang masih belum berkeluarga tak mengira bisa mendapatkan penghargaan dan kesempatan itu. Meski disamping itu ingin ia alihkan untuk Bapaknya yang juga sudah rindu dengan tanah suci. Sementara, Ibunya juga sedang sakit sehingga saat itu Laila sempat berpikir untuk lebih baik dicairkan saja uangnya.

Namun, keputusan perusahaan berkata tidak, ia harus mengambil paket tersebut.  Tanpa disangka, perjalanan Laila dari mulai menapaki Hotel, Raudhah, Makam Baqi, Gua yang selanjutnya berada tepat di tengah tanah suci menjadikannya tak menyesali keputusannya untuk tetap mengambil paket Umroh nya tersebut. Baginya, perjalanan spiritual itu luar biasa nyatanya tersimpan banyak cerita maupun pelajaran yang tak akan pernah dilupa dalam sembilan hari perjalanannya tersebut.

 Novel ini berhasil membawa pembaca membayangi keadaan umroh melalui setiap penggambaran setting  di dalam kisahnya. Ditambah lagi doa dalam setiap ibadahnya di paparkan bersama artinya sehingga pembaca diajak ikut memahami makna bahasa dan cerita.

Novel spiritual yang terdiri dari 6 bagian sebagai penggalan hari ini memang bagus untuk dibaca dalam hal memperkaya nilai realigi dan wawasan dalam masalah ibadah Umroh. Deskripsi ibadah cukup di paparkan melalui cerita diselingi beberapa drama dari si tokoh. Begitupula dengan sejarah yang banyak diselipkan dalam pemaparan tokoh.

Yang sedikit disayangkan hanya pada cara dan gaya bahasa pada tokoh-tokoh yang terkesan cenderung sama dan kaku. Sehingga watak kurang tercermin pada setiap kalimat langsung yang diutarakan. Secara garis besar, novel religi ini menyenangkan untuk dibaca sebagai bentuk pengenalan atau pengenangan kita untuk mengingat tanah suci disana.

**Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/adp_skywalker/resensi-buku-9-days-umratan-perjalanan-spiritual-ke-tanah-nabi_56fe1eedd893734b077e91a5

0 comments:

A Question for Killing

Author: Annisa Dewanti Putri

Picture Source: Freepick.com 

'Killing.' this is what bothers my mind every time I see the news from the media. 'Killing' which is easily done by just playing in a video game. I wander what do killers think about Killing. Do not ask the Psychopath, they probably have different answer and feelings about killing. 

What about the government, they maybe wont notice about the same idea between Killing using a Bomb or maybe Killing using their power force. Even corruption that ends in a poor people dying because of poverty. The corruptor even didn't realize about the impact of their act. It's still called 'Killing' indirectly.

A suicide? You maybe can ask a person that has killed himself, well even that's possible. Suicide maybe would be different then killing. It's more personal. 

Is 'Killing' one of  a form of freedom? Well if it is, then you should think that it's not. Freeing the souls from it's body, nope, Killers even don't feel what it's like before their real death. They manage to just like throw away what makes a human to a dead body. Think about Genocide, even a crowd of ants deserve to live. What about humans? They surely do. 

A life is something precious that appears in this world. While we never know the nominal price of someones life. Imagine about how a person could Kill a hundred people. How much should that person pay for their lives?

A question for killing should be addressed to the Killer itself. Death is not what they have been through. The easiest way to feel the suffer is when your beloved ones died, they maybe nearly could fear the death from their heart. But this is still uncertain. 

Cemetery and grave may sometimes reminds it. While the others meant it to be one of reason of killers revenge.  Yes, this might be a serial murder like in horror films. But, it's not about the drama. It's still about a question for 'Killing.'

It's a world that remains balance, but from this reason people tried to make a reason to stab others. To let them to death naturally is what happens in peace. But for this world full of domination, it is just like stepping ants and for that seems to not questioning 'Killing.'

Tears are just like rains. They seem not to be precious anymore. Media which highlights the blood of pain just made it like a spilled water. The more they tried to do so, the more they don't doubt about 'Killing.'

It might be different when they do so to survive to reverse their death from killers. They do have answers and no a question for 'Killing.' A single life is precious, what about a billion of lives? The main point of living is feeling. Then, if you are witting to kill, this means that you don't have feeling. 

Regarding to Al-Quran, we are all precious to Allah SWT, as said:

“Whoever slays a soul, unless it be for a manslaughter or for mischief in the land, it is as though he slew all men; and whoever keeps it alive, it is as though he kept alive all men.” 
(Surah al-Mā’ida 5:32)

Realizing that life is what someone can not create. Now, the answer is what you can feel. A single creature may create a domino effect, this means that a single creature may effect the entire life.


Jakarta, March 31, 2016

0 comments:

Dalam Sujud (Puisi)

Oleh: Annisa Dewanti Putri

sumber gambar: theimaginativeconservative.org.

Dalam sujud aku menyatu berserah
Allah Azza Wa Jalla, Kepadamu tubuh ini menyembah

Bintang, tumbuhan, alam berdoa
Bumi ini seraya menunduk membisik kata

Dalam Sujud hati melepas
Sajadah tanah terhempas luas

Ada Jalan dalam doa, ketenangan dalam pasrah
Tak pernah terpikir tubuh ini ingin lebih rendah

Dalam kata, asa, harap mengalir lewat sujud
Sejengkal jari seakan takut

Dalam kabut, gelap menjajaki imaji
tiang tak  mampu menopang diri
Tapi melalui sujud kembali jernih dalam hati
Raga ini semua berserah diri

Dalam Sujud manusia bagai setitik cat warna
Dalam sujud kisah diurai meminta doa
dalam sajadah melalui pikiran, hati, kata
didengar-Nya dalam setiap cerita

Dalam sujud…

0 comments:

Membuat Surat Keterangan Sehat & Surat Keterangan Bebas Narkoba (RSKD Duren Sawit)

Oleh: Annisa Dewanti Putri
Sehat dan Bebas Narkoba
Tepatnya hari Selasa, aku memutuskan untuk pergi ke salah satu rumah sakit milik pemerintah. Tujuannya tak lain ialah membuat Surat Keterangan Sehat (SKS) dan Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) untuk keperluan yang bisa dipakai sebagai persayaratan Beasiswa maupun melamar Kerja. 

Setidaknya terdapat beberapa Rumah Sakit Pemerintah yang bisa dijadikan tempat untuk mendapatkan SKS dan SKBN. Semisal, untuk di sekitar Jakarta sendiri terdapat RSUP Persahabatan (Jakarta Timur), RSUD Koja (Jakarta Utara), RS Fatmawati, RSUD Tarakan (Jakarta Pusat), RS Cipto Mangunkusumo, RSUD Cengkareng (Tangerang), dll. Hanya saja setiap Rumah Sakit memiliki harganya tersendiri yang tak jauh berbeda. 

Karena pertimbangan lokasi rumah dan survei harga melalui telepon, aku memutuskan untuk memilih lokasi di RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur. Tempatnya cukup strategis dan mudah dikenali karena berada di Jalan samping  sepanjang Kanal Banjir Timur. Tepatnya di Jalan Duren Sawit Baru Nomor 2,  Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Gedung Hijau bertuliskan “RS.Duren Sawit” nampak tak jauh di belakang SMP Negeri 195 Jakarta.

Belok kiri setelah menyeberangi Jembatan yang melalui KBT, motorku masuk ke parkiran sebelah pintu satpam. Penataan cukup rapih disambut oleh Satpam yang tidak pelit akan informasi. “Silahkan ini karcisnya, ada keperluan apa mbak?” tanya Pak Satpam sambil menyerahkan karcis. Wajahku yang nampaknya penasaran berusaha mengonfirmasi apakah di Rumah Sakit ini bisa membuat SKBN, SKS, dan Surat Keterangan Bebas TBC (Tubercoulosis). Beliau menjawab kalau semua itu tersedia di Rumah Sakit Khusus Daerah milik PEMDA DKI ini.

Tak ragu akupun parkir, beranjak masuk menuju pintu utama dan tentunya ke meja informasi/resepsionis. Bagi Pasien yang belum memiliki kartu anggota atau pasien baru dipersilahkan petugas mengisi Formulir Baru dan selanjutnya mengambil nomor antrian untuk loket. “Terkhusus untuk membuat SKBN dan SKS bisa langsung menunggu di loket 5, tepatnya loket MCU,” jelas petugas resepsionis dengan ramah. 

Antrian  saat itu tidak terlalu padat, setelah mendaftarkan diri dan menyampaikan tujuan membuat SKBN dan SKS, maka dipersilahkan untuk membayar di Kasir, tepatnya di loket sebelah. Harga ternyata beraneka ragam, tentunya akan lebih murah jika kita membayar secara paket (SKBN dan SKS), tentunya jangan lupa untuk membawa KTP. Berikut perincian kwitansi untuk harga satu paket yang dikenakan sebesar Rp.365.000.

Rincian Paket (MCU) SKS dan SKBN, Maret 2016

Setelah selesai membayar kita akan dipersilahkan langsung menuju ruang 121 atau (Medical Check Up) untuk diperiksa. Suster yang menyambut akan memberikan informasi yang cukup lengkap jika kita bingung atau ada kebutuhan lain yang diperlukan. Beliau juga berkata bahwa sejenis MCU ini sudah banyak yang melakukan mulai dari pembuat visa, pelamar beasiswa LPDP, maupun untuk melamar kerja. Semisal saat itu aku juga membutuhkan Surat Keterangan Bebas TBC. Maka beliau mengarahkanku untuk meminta surat rujukan dari dokter di MCU untuk Rontgen. 

Selanjutnya, setelah rangkaian pemeriksaan umum dan interview oleh dokter, maka jika memang kondisi kita sehat, dokter memberikan SKS dan dua surat rujukan (satu untuk tes Urinologi dan satu untuk Rontgen). Dua tes berikutnya dilakukan di lantai 2, perlu diingat KTP ditinggal di ruang MCU untuk proses pengambilan SKBN di Poli Napza. Terkhusus jika ingin mendapatkan Rontgen untuk selanjutnya dibawa ke Poli Paru maka ada tambahan biaya yang di bayarkan di Kasir Lantai 2, yaitu sebesar Rp.105.000.

Di lantai dua, jika dari lift akan nampak panel arah lurus menyerong ke kanan menuju Laboratorium dan Ruang Rontgen. Antrian tidak terlalu padat, maka setelah aku menaruh kertas surat rujukan Urinologi bebas Narkoba dan Rontgen Thorax/Paru di meja resepsionis, selanjutnya mereka memanggil. Untuk tes urin sendiri cukup ke kamar mandi setelah diberikan tabung sampel oleh petugas. Begitu juga untuk rontgen. 

Proses begitu cepat dan ruangan terasa nyaman. Untuk Rontgen sendiri hasil baru bisa diambil keesokan harinya. Sementara untuk hasil Urinologi hanya cukup menunggu sekitar 15 menit. Tak lama petugas memanggil namaku dan meminta untuk mengisi sedikit kuisioner permasalahan sarana dan pelayanan. Aku piker Rumah Sakit Duren Sawit cukup baik dan sangat direkomendasikan, maka sebagian aku isi dengan pernyataan memuaskan.

Selanjutnya, petugas menyerahkan hasil lab urinologi untuk selanjutnya dibawa ke Lantai 1 kembali, tepatnya ke Poli Napza di belakang gedung. Cukup serahkan hasil dan petugas akan menyerahkan selembar SKBN. “Silahkan ini SKBN nya, jika sudah dapat SKS dan hasil Urin nya, difotokopi saja dan bawa kesini kembali agar bisa dilegalisir,” saranya keluar tanpa aku perlu bertanya lebih jelas. Rupanya memang lebih baik di legalisir agar bisa dipakai tak hanya sekali dan mencegah kehilangan. Jangan lupa untuk mengambil KTP juga disini.

Akupun bergegas menuju fotokopian tepat depan Gedung Rumah Sakit, dan menggandakannya sebanyak 4 kali. Kembali ke bagian poli Napza, dan petugas memberikan stampel legalisir untuk setiap copy SKBN dan SKSnya. 

Itulah serangkaian proses yang kualami dalam pembuatan SKS dan SKBN di Rumah Sakit Khusus Daerah Jakarta TImur. Tempat ini sangat recommended karena pelayanan nya yang ramah dan fasilitasnya yang cukup nyaman. Terlebih bagi diri ini yang bertempat tinggal tak jauh dari lokasi.

Alur Pembuatan SKBN dan SKS di Rumah Sakit Duren 

19 comments:

Copyright © 2013 Re-Write and Re-Sketch